Kebun Raya Bali Jadi Surga Kunang-kunang, Ayo yang Mau Lihat !!!

Wahh kunang-kunang hidup bebas di kebun raya Bali. Ini berkat habitat yang masih alami.

TABANAN, KABARBALI.ID – Kebun Raya Bali kembali membuktikan fungsinya sebagai kawasan konservasi hidup.

Melalui kegiatan eksplorasi biodiversitas bersama Nusantara Wilderness, ditemukan populasi kunang-kunang yang hidup alami dan melimpah di sejumlah zona kebun raya.

Eksplorasi flora dan fauna ini menyoroti keberadaan kunang-kunang yang kini semakin jarang dijumpai di alam bebas. Serangga bercahaya ini dikenal sebagai indikator penting kualitas lingkungan yang sehat dan seimbang.

Ekosistem Sehat dan Alami

Indikator Lingkungan Sehat
East Deputy of Horticulture Kebun Raya Wilayah Timur, Hadhiyyah N. Cahyono, menegaskan kebun raya tidak hanya berfungsi sebagai pusat konservasi tumbuhan, tetapi juga sebagai habitat alami berbagai satwa.

“Kebun Raya Bali adalah ruang konservasi hidup. Jika lingkungannya terjaga, maka satwa seperti kunang-kunang dan herpetofauna akan tetap memiliki tempat berlindung,” ujar Hadhiyyah beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberadaan kunang-kunang menjadi bukti bahwa kualitas ekosistem di kawasan Kebun Raya Bali masih terjaga dengan baik.

Edukasi Ekosistem Menyeluruh
Perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evanglista, menjelaskan bahwa eksplorasi ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang keterkaitan antar unsur ekosistem.

“Kegiatan ini bukan sekadar melihat satwa, tetapi memahami bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam,” jelas Bella.

Kegiatan ini diikuti sekitar 40 peserta dari dalam dan luar negeri, berlangsung sejak pukul 16.00 hingga 21.00 Wita, bertepatan dengan zona krepuskular, yakni masa peralihan siang ke malam saat kunang-kunang paling aktif.

Beragam Fauna Malam

Ditemukan Beragam Fauna Malam
Peserta menyusuri sejumlah kawasan seperti Lake View, Giant Tree, Hutan Tropis, hingga Taman Tematik Panca Yadnya.

Sepanjang jalur eksplorasi, teridentifikasi berbagai fauna malam, termasuk kunang-kunang dari genus Lamprigera spp. dan Abscondita spp., amfibi, reptil, arachnida, serta aves.

Selain itu, peserta juga mengamati vegetasi penunjang habitat seperti Ficus spp., Bischofia javanica, Cyathea spp., dan Liquidambar excelsa.

Di area Panca Yadnya dan Lake View, aktivitas kunang-kunang terpantau paling melimpah. Kondisi mikroklimat yang stabil—ditandai kelembaban tinggi, suhu sejuk, sirkulasi udara baik, serta minim cahaya buatan—menciptakan habitat ideal bagi serangga bercahaya tersebut.

Dorong Konservasi Berkelanjutan
Direktur Pengelola Kebun Raya Bali, Marga Anggrianto, berharap kegiatan eksplorasi biodiversitas ini dapat terus dikembangkan ke depan.


“Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak kolaborator, komunitas, dan masyarakat, sehingga konservasi tidak hanya berhenti pada perlindungan kawasan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif menjaga keseimbangan ekosistem,” ujarnya.

Keberadaan kunang-kunang yang aktif dan stabil di Kebun Raya Bali menjadi indikator bioekologis bahwa kualitas udara dan kondisi lingkungan kawasan tersebut masih tergolong sehat. (Naf – Kab).

kabar Lainnya