KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pucuk pimpinan Kepolisian Resor (Polres) Klungkung resmi berganti. AKBP Mikael Hutabarat, S.H., S.I.K., M.H., kini sah menjabat sebagai Kapolres Klungkung per 6 Februari 2026. Kehadiran pimpinan baru di “Bumi Serombotan” ini disambut hangat sekaligus dengan harapan tinggi dari legislatif.
Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menyampaikan ucapan selamat datang kepada AKBP Mikael Hutabarat. Namun, di balik sambutan tersebut, Gung Anom langsung menitipkan sejumlah “pekerjaan rumah” (PR) mendesak terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Salah satu yang menjadi atensi serius Gung Anom adalah maraknya aksi balapan liar yang melibatkan anak-anak di bawah umur, khususnya di kawasan proyek strategis Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung.
“Belakangan marak aksi balapan liar di area Pusat Kebudayaan Bali. Kami harap di tangan Kapolres yang baru, aksi kriminalisme dan gangguan ketertiban ini bisa teratasi,” ujar Gung Anom, Senin (9/2/2026).
Tak hanya masalah balap liar, politisi senior ini juga menyoroti ancaman narkotika yang mulai merambah ke wilayah kepulauan. Kondisi Nusa Penida sebagai destinasi wisata internasional menjadikannya rentan terhadap peredaran barang haram tersebut.
“Peredaran narkoba mulai merambah ke kepulauan Nusa Penida. Ini juga menjadi tantangan besar. Kami ingin sinergi pemerintah daerah dengan penegak hukum berjalan baik sehingga tercipta harmonisasi lintas sektoral,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Gung Anom juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Kapolres sebelumnya, AKBP Alfons W.P. Letsoin, S.I.K. Menurutnya, selama masa jabatannya, AKBP Alfons telah banyak mengabdi dan berjasa dalam menjaga kondusivitas di Kabupaten Klungkung.
Masyarakat kini menantikan gebrakan AKBP Mikael Hutabarat dalam memperkuat pengamanan di Klungkung, terutama dalam mengawal proyek-proyek besar daerah agar tetap steril dari gangguan kriminalitas. (Sta-Kab).