Koperasi Bali Menuju Era Modern, Suwirta Siapkan 3 Langkah Strategis Lawan Dominasi Bisnis Raksasa

I Nyoman Suwirta resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Bali.

DENPASAR, KABARBALI.ID – I Nyoman Suwirta resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Bali periode 2025–2030. Pelantikan Bupati Klungkung dua periode ini digelar di Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (11/2/2026), dengan membawa misi besar: melakukan revolusi koperasi dari sekadar simpan pinjam menuju penguasa sektor riil.

Acara pelantikan tersebut turut disaksikan pengurus pusat Dekopin Indonesia, Ketua Komisi II DPRD Bali Agung Pratiksa Linggih, serta perwakilan Pemprov Bali.

Bongkar Dominasi Simpan Pinjam

Dalam pidato perdananya, Suwirta membeberkan fakta bahwa saat ini sekitar 90 persen koperasi di Bali masih terjebak di zona nyaman usaha simpan pinjam. Ke depan, ia menegaskan komposisi tersebut harus berubah total. Koperasi Bali diminta berani keluar dari bayang-bayang lembaga keuangan konvensional.

“Ke depan, koperasi harus berani menggarap sektor riil seperti minimarket, supermarket, vila, restoran, dan usaha lainnya. Koperasi harus menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri,” tegas Suwirta dengan nada optimis.

3 Langkah Strategis: SDM, Kolaborasi, dan Inovasi

Untuk mewujudkan koperasi sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan, Suwirta telah menyiapkan “tiga jurus” fondasi penting:

  1. Penguatan SDM: Meningkatkan kapasitas pengurus melalui pelatihan berkelanjutan dan mendorong adanya sekretariat yang representatif.
  2. Kolaborasi Pemerintah: Suwirta secara terang-terangan menyebut perhatian terhadap koperasi selama ini belum maksimal. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Gubernur Bali Wayan Koster untuk mendorong kebijakan yang lebih konkret.
  3. Inovasi Sektor Riil: Mendorong koperasi menjadi pelaku utama bisnis produktif yang dekat dengan kebutuhan masyarakat dan pariwisata.

Koperasi Bukan Sekadar Pelengkap

Bagi tokoh yang sukses membesarkan koperasi di Klungkung ini, koperasi tidak boleh lagi dianggap sebagai pelengkap sistem ekonomi saja. Ia menginginkan koperasi hadir secara profesional secara manajerial agar mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah.

“Upaya ini memang tidak instan dan butuh proses. Namun dengan konsistensi, saya optimistis koperasi Bali akan tumbuh lebih kuat, modern, dan mampu bersaing di tengah dinamika ekonomi regional,” pungkasnya. (Kab).

kabar Lainnya