GIANYAR, KABARBALI.ID – Komisi IV DPRD Bali melakukan kunjungan kerja ke SMK 1 Mas Ubud, Gianyar, pada Kamis (22/1/2026). Dalam kunjungan tersebut, tim yang dipimpin oleh I Nyoman Suwirta menemukan fakta bahwa sekolah berprestasi ini masih berdiri di atas lahan dengan status kontrak atau sewa.
Mantan Bupati Klungkung dua periode itu menegaskan, masalah aset adalah hal krusial bagi keberlangsungan dunia pendidikan. Ia meminta pemerintah segera mencarikan solusi agar status tanah sekolah tersebut menjadi permanen.
“Ini harus dicarikan solusi permanen demi keberlangsungan pendidikan. Jangan sampai status lahan yang masih kontrak menjadi kendala pengembangan sekolah di masa depan,” tegas Suwirta, Kamis (22/1).
Meski dibayangi masalah lahan dan kekurangan ruang kelas, Komisi IV memberikan apresiasi tinggi terhadap leadership Kepala SMK 1 Mas Ubud, Komang Purwata. Sekolah ini tercatat memiliki 1.347 siswa dengan 41 rombongan belajar (rombel), namun hanya memiliki 27 ruang kelas.
Hebatnya, sekolah ini tidak menerapkan sistem double shift (sekolah pagi-siang). Kepala SMK 1 Mas Ubud, Komang Purwata, membeberkan rahasianya melalui delapan terobosan sistemik, mulai dari sistem blok, moving class, hingga digitalisasi menyeluruh.
“Kami memaksimalkan portal belajar mandiri, pembelajaran berbasis proyek, hingga kemitraan kelas industri. Bahkan siswa kami melakukan outing ke tempat wisata untuk praktik Bahasa Inggris secara langsung,” papar Purwata di hadapan anggota dewan.
Mendengar paparan tersebut, Nyoman Suwirta memberikan catatan positif. Menurutnya, SMK 1 Mas Ubud adalah contoh nyata bagaimana kualitas pemimpin mampu mengubah keterbatasan sarana menjadi sebuah inovasi yang meningkatkan citra sekolah di mata publik.
“Kemampuan pemimpin untuk terus berinovasi terbukti sangat memengaruhi kualitas dan persepsi publik terhadap sekolah tersebut. Inovasi yang dilakukan berhasil menjaga kualitas pembelajaran meski infrastruktur terbatas,” puji Suwirta.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di internal sekolah. Hal ini bertujuan agar ritme inovasi tetap terjaga meskipun nantinya terjadi pergantian kepemimpinan atau posisi strategis lainnya. (Tut-Kab).