BADUNG, KABARBALI.ID – Kepolisian Resor (Polres) Badung mematangkan strategi pengamanan ekstra guna menghadapi dua agenda besar yang berlangsung hampir bersamaan pada Maret 2026, yakni Hari Raya Nyepi Caka 1948 dan arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah.
Langkah antisipasi ini diawali dengan rapat koordinasi lintas sektoral untuk memetakan potensi kerawanan, terutama di kawasan wisata dan jalur utama lintas kabupaten. Kabag Ops Polres Badung, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana, menyebutkan bahwa jadwal kedua hari besar tersebut yang beririsan memerlukan penanganan yang cermat.
“Kami mengawali kesiapan Nyepi dan Idulfitri dengan rakor lintas sektoral untuk menyampaikan langkah pengamanan karena jadwal tahun ini hampir beririsan,” ujar Kompol Sudarsana di Badung, Rabu (11/3/2026).
Fase Melasti hingga Pengerupukan
Rangkaian pengamanan dimulai sejak tahap Melasti yang dijadwalkan pada 15-18 Maret 2026. Polisi akan menempatkan 73 personel di tujuh lokasi upacara pesisir dan 130 personel khusus untuk mengatur arus lalu lintas di jalur iring-iringan umat.
Puncak pengerahan pasukan sebanyak 650 personel akan dilakukan pada malam Pengerupukan saat pawai ogoh-ogoh berlangsung. Wilayah Kuta Utara yang menjadi magnet wisatawan akan mendapatkan perhatian khusus dengan dukungan personel tambahan dari Polres. Pengamanan ini akan berlanjut hingga hari Ngembak Geni, di mana fokus akan bergeser ke objek wisata guna mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Persiapan Operasi Ketupat 2026
Selain pengamanan ritual Hindu, Polres Badung juga telah menyiapkan skema Operasi Ketupat 2026 untuk mengawal arus mudik Lebaran. Dua pos utama akan didirikan, yakni:
1. Pos Pelayanan: Bertempat di Terminal Mengwi.
2. Pos Pengamanan: Bertempat di Simpang Mangupura.
Penempatan personel dilakukan secara estafet mulai dari Simpang Langon Sempidi hingga Mengwitani yang berbatasan dengan Kabupaten Tabanan. “Setiap simpang akan diisi dua sampai tiga personel sesuai karakteristik keramaiannya,” tambah Sudarsana.
Guna mencegah kemacetan panjang di jalur utama mudik, pihak kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas fleksibel yang akan diterapkan sesuai dinamika situasi di lapangan. Koordinasi intensif dengan berbagai instansi terkait terus diperkuat guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan dan mobilitas warga berjalan aman dan tertib. (Gus-Kab).