KABARBALI.ID – Hari ini, Jumat (20/2/2026), dalam kalender Bali jatuh pada Sukra Pon Prangbakat. Bagi mereka yang lahir pada hari ini, garis hidupnya dinaungi oleh kombinasi unik antara kecerdasan batin dan ketegasan sikap yang sulit ditebak.
Berdasarkan ulasan Wariga, sosok kelahiran Sukra Pon berada di bawah naungan Lintang Perahu Pegat. Karakter utamanya adalah memiliki pikiran yang jernih dan ketertarikan yang sangat kuat pada ilmu kerohanian serta kegiatan kemanusiaan.
Salah satu ciri khas yang menonjol adalah sifatnya yang gemar membela dan menolong orang yang menderita. Namun, ada suratan unik dalam perjalanan hidupnya: orang-orang yang telah ia tolong sering kali melupakannya.
“Meski sering dilupakan oleh orang yang dibantunya, ia tetap memiliki semangat kerja yang tinggi dan tidak menyimpan dendam. Pikirannya tetap jernih dan bersih,” tulis ulasan praktisi Wariga hari ini.
Dari sisi Wuku, Prangbakat yang dinaungi Dewa Bisma memberikan karakter yang kuat. Sosok ini cenderung tertutup, tenang dalam menghadapi kekacauan, dan memiliki kemauan yang sangat tegas—bahkan terkadang terkesan sedikit angkuh. Kabar baiknya, rezeki kelahiran hari ini diramalkan sangat baik; mereka jarang kekurangan sandang dan pangan.
Secara personal (Pararasan), mereka adalah Laku Bintang. Artinya, mereka cenderung pendiam dan lemah lembut, namun setiap kata yang keluar dari mulutnya sangat berharga dan berbobot. Mereka juga memiliki bakat terpendam di bidang perdagangan, meski sifat aslinya sulit dicegah jika sudah memiliki keinginan tertentu.
Namun, ada tantangan batin yang harus dihadapi. Pengaruh Pancasuda Lebu Katiup Angin membuat hatinya terkadang mudah goncang dan gelisah. Di satu sisi ia bisa sangat tenang (Dewa Bisma), namun di sisi lain perasaannya bisa terombang-ambing tanpa arah yang jelas.
Secara keseluruhan, bagi Anda yang lahir hari ini atau sedang merayakan otonan, Anda adalah pribadi yang cerdik bicara (Penanggal 4) dan panjang umur (Pratiti Awidya). Kunci sukses Anda terletak pada kemampuan mengambil keputusan yang seimbang dan tetap tekun pada bidang yang ditekuni, terutama yang berkaitan dengan alam atau pertanian (Sukra). (Kab).