Lantik 3 Pejabat Eselon II Hasil Seleksi Tertinggi, Bupati Made Satria Tekankan Optimalisasi PAD hingga Sampah

Bupati Klungkung I Made Satria melantik dan mengambil sumpah/janji Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala, Kantor Bupati Klungkung, Jumat (6/2).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung I Made Satria resmi melantik dan mengambil sumpah tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung, bertempat di Ruang Rapat Praja Mandala, Jumat (6/2/2026).

Pelantikan ini merupakan hasil dari proses seleksi terbuka yang ketat dengan menjaring figur-figur yang mengantongi nilai tertinggi.

Bupati Satria menegaskan bahwa para pejabat yang dipilih merupakan yang terbaik berdasarkan rekam jejak, assessment, penulisan makalah, hingga sesi wawancara.

“Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus menjadi fokus utama, di samping persoalan sampah dan ketahanan pangan yang menjadi fondasi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati Satria.

Hasil Seleksi: Skor Tertinggi Pimpin Pos Strategis

Adapun tiga wajah baru yang dipercaya memimpin dinas strategis di Kabupaten Klungkung adalah:

  1. I Nyoman Susanta, ST, MT: Dilantik sebagai Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD). Mantan Kabag Administrasi Pembangunan ini meraih nilai tertinggi 83,31 dari 5 peserta seleksi.
  2. Dewa Komang Aswin, AP, MM: Dilantik sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Mantan Camat Banjarangkan ini mengantongi skor 81,27 dari 5 peserta.
  3. Ni Luh Made Ariyati, ST, M.Kes: Dilantik sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan ini meraih nilai tertinggi 80,17 dari 7 peserta.

Mandat Khusus: PAD, Sampah, dan Pangan

Kepada Kepala BPKPD yang baru, Bupati Satria meminta agar dilakukan digitalisasi sistem pemungutan pajak secara komprehensif. “Peningkatkan PAD harus transparan dan profesional untuk menopang pembangunan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, mandat berat diberikan kepada Kepala DLHP untuk menyelesaikan persoalan sampah dari hulu ke hilir. Bupati menekankan bahwa teknologi canggih tidak akan berguna jika perilaku masyarakat tidak berubah. “Edukasi kesadaran kolektif adalah kunci utama penanganan sampah,” tambahnya.

Terakhir, di sektor pangan, Bupati mendorong penguatan produksi lokal dan pengendalian inflasi agar ketersediaan pangan di Klungkung tetap terjangkau. “Ketahanan pangan adalah fondasi utama kesejahteraan rakyat,” tutup Bupati asal Nusa Penida tersebut. (Sta-Kab). 

kabar Lainnya