KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pura Manik Tirta yang berlokasi di Dusun Kaleran, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, mengalami kerusakan akibat bencana tanah longsor. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Minggu (18/1/2026) malam.
Material longsor menimpa sebagian bangunan pura sehingga mengakibatkan sejumlah pelinggih rusak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
Tiga Pelinggih Tertimpa Material Longsor
Perbekel Desa Timuhun, I Putu Arsana, mengatakan longsor menyebabkan kerusakan pada tiga pelinggih utama di kawasan pura.
“Bangunan pura sebagian tertimpa longsor. Ada tiga pelinggih yang terdampak, yakni Pelinggih Sapta Petala, Pelinggih Ngerurah, dan Pelinggih Taman Beji,” ujarnya, Senin (19/1/2026).
Menurutnya, kejadian tersebut terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah Desa Timuhun.
“Pembersihan direncanakan dua hari lagi,” imbuhnya.
BPBD Lakukan Asesmen Lapangan
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Klungkung, I Putu Widiada, membenarkan pihaknya telah menerima laporan kejadian longsor di Pura Manik Tirta.
“Tim Reaksi Cepat BPBD sudah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen awal,” kata Widiada.
Ia menjelaskan, hasil asesmenr akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya, termasuk koordinasi dengan masyarakat setempat.
“Untuk penanganan nanti, kami akan menyesuaikan dengan jadwal gotong royong warga. BPBD siap membantu sesuai kebutuhan di lapangan,” imbuhnya.
Hitung Kerusakan dan Kerugian
Asesmen dilakukan untuk mengetahui secara detail tingkat kerusakan, penyebab longsor, serta potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana tersebut.
BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi. (Sta-Kab).