Megawati Soekarnoputri Beri Penghormatan Terakhir untuk Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra

Muhammad Prananda Prabowo didampingi Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra memapah Megawati Soekarnoputri turun dari gedong usai memberikan penghormatan terakhir. kamis (28/8/2025)

KABARBALI.ID, GIANYAR –  Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, hadir memberikan penghormatan terakhir pada puncak upacara palebon Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra di Griya Sedawa, Desa Adat Tegal Tugu, Kecamatan Gianyar, Kamis (28/8/2025).

Megawati tiba sekitar pukul 11.20 WITA didampingi putra keduanya, Muhammad Prananda Prabowo beserta istri, serta sejumlah tokoh nasional dan daerah. Tampak mendampingi, Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, para bupati se-Bali, serta kader PDI Perjuangan dari berbagai daerah.

Megawati mengenakan kebaya putih dipadukan dengan kamen bernuansa hitam. Setelah mendoakan almarhum, rombongan meninggalkan Griya Sedawa sekitar pukul 12.01 WITA.

Penghormatan untuk Tokoh PDI Perjuangan Bali

Kehadiran Megawati disambut penuh rasa hormat oleh keluarga besar almarhum. Ida Bagus Sadhawa, adik almarhum, menyampaikan apresiasi mendalam atas kedatangan Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

“Bagi kami keluarga almarhum, ini menunjukkan suatu ikatan kekeluargaan antara Ibu Megawati dengan keluarga. Walaupun dipersatukan lewat partai, kebersamaan dan kehadiran beliau itu luar biasa,” kata Ida Bagus Sadhawa.

Ia menambahkan, kehadiran Megawati di Griya Sedawa merupakan penghargaan besar bagi jasa-jasa almarhum semasa aktif di partai. “Pihak keluarga menyampaikan terima kasih dan mohon maaf, jika semasa beliau menjadi kader ada hal yang kurang berkenan. Tapi Ibu Mega menyatakan tidak ada yang salah, justru almarhum melaksanakan tugas-tugas partai dengan baik,” imbuhnya.

Sosok Almarhum

Semasa hidupnya, Ida Pedanda Gede Sadhawa Jelantik Putra—yang saat walaka bernama Ida Bagus Putu Wesnawa—pernah menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Provinsi Bali. Ia juga dikenal sebagai mantan Ketua DPRD Provinsi Bali selama dua periode (1999–2004 dan 2004–2009).

Selain sebagai politisi, almarhum juga merupakan tokoh pendidikan. Ia memulai karier sebagai guru honorer di SMAN 1 Gianyar, mendirikan Yayasan Pendidikan Dwijendra Gianyar, serta menjadi kepala sekolah SMP dan SMA Dwijendra.

Tokoh yang lahir pada 26 Januari 1939 ini dikenal sebagai sosok sederhana, berintegritas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap agama, budaya, serta perjuangan politik. Almarhum wafat pada Kamis (31/7) lalu di usia 86 tahun, meninggalkan enam anak dan sembilan cucu.

Prosesi Pelebon

Prosesi palebon berlangsung khidmat di tunon (kuburan milik griya) dengan nuansa adat Bali yang kental. Ribuan warga turut hadir memberikan penghormatan terakhir.

Sebelumnya, sejumlah tokoh nasional seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat juga sempat melayat usai menghadiri Kongres PDI Perjuangan di Bali.

Kehadiran tokoh-tokoh penting ini menunjukkan betapa besar penghormatan terhadap almarhum, yang dikenal sebagai figur spiritual, pendidik, sekaligus pemimpin politik beridealisme tinggi. (Sta/Kab).

kabar Lainnya