BADUNG, KABARBALI.ID – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, tancap gas melakukan aksi nyata di tengah masyarakat. Melalui agenda “Safari Badung Peduli dan Temu Wirasa”, istri Sekda Badung ini menyisir Desa Penarungan, Mengwi, untuk memastikan 10 Program Pokok PKK menyentuh akar rumput, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Rasniathi membawa rombongan besar untuk melakukan aksi sosial konkret yang berdampak langsung pada lingkungan dan ekonomi warga.
Mengawali kegiatan di Pura Taman Beji Paluh, Rasniathi melakukan penanaman bibit pohon cempaka dan menebar ribuan bibit ikan nila di sempadan sungai setempat.
“Kita mulai dari lingkungan. Penanaman pohon dan tebar benih ikan ini adalah investasi jangka panjang untuk alam dan pemenuhan pangan mandiri bagi warga Penarungan,” ujar Rasniathi.
Sentuhan Kemanusiaan: Door-to-Door Santuni Disabilitas
Tak berhenti di sana, Rasniathi melakukan aksi door-to-door mengunjungi warga difabel dan anak yatim piatu di Banjar Dauh Peken, Dangin Peken, hingga Batan Buah. Sembari menyerahkan paket sembako, ia memantau langsung kondisi kesehatan dan kesejahteraan warga yang membutuhkan perhatian khusus tersebut.
Cek Nadi Ekonomi: Dari Keripik Hingga Jamur
Sektor ekonomi kerakyatan juga tak luput dari pantauan. Rombongan menyambangi IKM pembuatan keripik ketela dan sukun di Banjar Dauh Peken, serta melihat langsung budidaya jamur di Bangkiang Sidem. Bahkan, pengelolaan sampah berkelanjutan di TPS3R Gelis Nadi turut dievaluasi.
“Potensi ekonomi di Penarungan sangat besar. PKK harus hadir untuk mendampingi agar UMKM kita naik kelas dan pengelolaan lingkungan desa tetap berkelanjutan,” imbuhnya.
Dalam acara puncak “Temu Wirasa” di Kantor Desa Penarungan, Rasniathi memberikan arahan tegas di hadapan pengurus PKK Kecamatan, Desa, hingga kader Posyandu. Ia mewanti-wanti agar tidak ada ego sektoral atau program yang berjalan sendiri-sendiri.
“Tujuan Temu Wirasa ini adalah menyelaraskan gerak langkah. Program PKK harus berjalan terpadu, tidak boleh tumpang tindih. Koordinasi yang kuat antara struktur desa hingga kabupaten akan membuat bantuan lebih tepat sasaran dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat,” tegas Rasniathi. (Kri-Kab).