Mudik Full Senyum! Muslim Badung Mudik Gratis ke Jatim, Dapat ‘Kado’ Rp 2 Juta dari Bupati

Suasana pelepasan 625 peserta mudik gratis di Puspem Badung oleh Bupati I Wayan Adi Arnawa. Sebanyak 15 bus diberangkatkan menuju berbagai kota di Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian Pemkab Badung terhadap kerukunan antarumat beragama. foto/ist

BADUNG, kabarbali.id – Sebanyak 625 warga asal Jawa Timur yang berdomisili di Kabupaten Badung resmi diberangkatkan mudik gratis menuju kampung halaman, Sabtu (14/3/2026) sore. Tak hanya fasilitas bus cuma-cuma, para pemudik ini juga mendapat bantuan tunai senilai Rp 2 juta per Kepala Keluarga (KK).

Pelepasan rombongan yang menggunakan 15 unit bus ini dilakukan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, di pelataran Puspem Badung. Rona bahagia terpancar dari para pemudik, salah satunya Santi, warga asal Surabaya.

“Senang sekali, sangat membantu meringankan biaya tiket yang lumayan mahal. Apalagi sekarang ada tambahan bantuan uang, sangat terasa manfaatnya,” ungkap Santi sesaat sebelum menaiki bus.

Bantuan untuk 6.000 KK dan Fasilitas 15 Bus

Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa program mudik gratis ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kerukunan umat beragama. Selain memfasilitasi 15 armada bus, Pemkab Badung juga telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp 2 juta per KK kepada lebih dari 6.000 keluarga Muslim di wilayah tersebut.

“Mudah-mudahan ini setidaknya meringankan beban saudara-saudara kita, umat Muslim yang ada di Badung ini khususnya,” ujar Adi Arnawa.

Rombongan pemudik dijadwalkan menuju berbagai kota di Jawa Timur, mulai dari Banyuwangi, Probolinggo, Jember, Lumajang, Situbondo, Malang, hingga titik terjauh di Surabaya.

Pesan Toleransi: Nyepi dan Malam Takbiran Beriringan

Dalam kesempatan tersebut, Adi Arnawa juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kondusivitas. Pasalnya, jadwal malam takbiran Idul Fitri kali ini beririsan dengan pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Bali.

Ia menekankan pentingnya mengikuti aturan yang telah disepakati bersama melalui Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

“Di sinilah tempatnya menunjukkan kepada dunia internasional bahwa Bali, walaupun sangat heterogen, tetapi kerukunan tetap terjaga. Saya mengajak agar tetap menjaga kondusivitas,” tegasnya.

 

kabar Lainnya