KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung, I Made Satria, menegaskan pentingnya kolaborasi antar-instansi guna mewujudkan visi Klungkung Mahottama (Maju, Harmonis, Tentram, dan Makmur).
Hal itu disampaikannya saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Nusa Penida, Kamis (26/2/2026).
“Mari bersama-sama budayakan sistem pelayanan dengan kerjasama dan kolaborasi yang solid,” pintanya di ruang rapat Kantor Camat Nusa Penida.
Fokus Tuntaskan Air Bersih
Meski optimis, Bupati Satria tak menampik adanya tantangan berat di tahun 2027 mendatang.
Kebijakan Tata Kelola Keuangan Daerah (TKD) dari pusat hingga ketidakpastian ekonomi global menjadi “kerikil” dalam pembangunan daerah.
Secara khusus, orang nomor satu di Klungkung ini menyoroti sektor pariwisata dan kebutuhan dasar masyarakat Nusa Penida yang belum tuntas 100 persen.
“Disisi lain masih terdapat permasalahan penting yang harus kita tuntaskan bersama, salah satunya di sektor pariwisata dan kebutuhan pokok air bersih yang masih belum optimal di Nusa Penida,” tegas Bupati Satria lugas.
Mimpi Besar: Nusa Penida Jadi ‘Green Island’
Menyikapi masalah tersebut, Bupati mengaku terus ‘bergerilya’ ke pemerintah pusat agar Nusa Penida mendapatkan perhatian ekstra. Ia pun memaparkan visi besarnya untuk masa depan pulau tersebut sebagai destinasi kelas dunia yang ramah lingkungan.
“Saya sudah konsepkan Nusa Penida ini kedepan sebagai Green Island dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan,” imbuhnya.
Tahun anggaran 2026 ini, Pemkab Klungkung memastikan dukungan finansial bagi Sekaa Teruna Teruni (STT).
Bantuan tersebut menyasar pembuatan ogoh-ogoh hingga pagelaran seni dalam rangka HUT STT.
“Ini bentuk komitmen kami menjaga pelestarian budaya sekaligus memberi ruang ekspresi kreatif bagi pemuda,” pungkasnya.
Acara Musrenbang ini turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Klungkung I Wayan Baru, jajaran Kepala OPD, serta seluruh Perbekel se-Kecamatan Nusa Penida. (Sta-Kab).