KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Nusa Penida, Klungkung, berujung duka bagi warga setempat. Hujan deras disertai angin kencang pada Rabu (21/1/2026) malam memicu bencana tanah longsor dan air bah yang menghancurkan sejumlah infrastruktur suci krama Bali.
Dampak paling parah terjadi di Pura Ulun Danu Banjar Penida, Desa Sakti. Pura yang diempon oleh 90 Kepala Keluarga (KK) ini mengalami kerusakan hingga 80 persen. Sebanyak 10 pelinggih, satu bale piyasan, hingga tembok penyengker hancur diterjang material longsor dan lumpur.
“Kejadiannya tengah malam, sekitar pukul 24.00 WITA. Kerugian ditaksir mencapai Rp 2 miliar,” ujar Klian Pura Ulun Danu, I Made Budiarna, kepada bupati Klungkung I Made Satria dan rombongan, saat meninjau lokasi, Kamis (22/1/2026).
Dari pantauan, tak hanya di Desa Sakti, kerusakan juga meluas ke Banjar Prapat, Desa Ped. Pura Segara di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kerusakan pada empat pelinggih akibat digerus air bah. Bahkan, tembok rumah dan pelinggih milik warga setempat, I Ketut Roni, ikut roboh akibat terjangan arus air yang sangat deras.
Kondisi ini membuat warga terhenyak. Selain kerugian material yang fantastis, hilangnya bangunan-bangunan sakral ini menjadi pukulan batin bagi masyarakat di tengah cuaca buruk yang masih mengancam wilayah kepulauan tersebut.
Kalaksa BPBD Klungkung, I Putu Widiada yang ikut dalam kegiatan tersebut mengatakan sudah melakukan pendataan untuk diketahui kerugian. “Ini untuk catatan kebencanaan dan prosedur bantuan nantinnya, baik dari Kabupaten maupun Provinsi Bali,” katanya, Jumat (23/1/2026). (Sta-Kab).