DENPASAR, KABARBALI.ID – Kota Denpasar bersiap menyambut dua hari besar keagamaan yang jatuh hampir bersamaan di bulan Maret 2026. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, bersama Wakil Walikota I Kadek Agus Arya Wibawa, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai ajang introspeksi diri atau mulat sarira.
Berdasarkan kalender, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948 akan jatuh pada 19 Maret 2026. Sementara itu, umat Muslim diprediksi akan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah hanya berselang dua hari kemudian, yakni pada 21-22 Maret 2026.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai Nyepi dan Idul Fitri sebagai kontrol diri, serta bentuk penyucian alam semesta dengan spirit Vasudhaiva Kutumbakam menuju Denpasar Maju,” ujar Walikota Jaya Negara di sela tugas kedinasannya, Senin (16/3/2026).
Menetralisir Aura Negatif dan Penguatan Toleransi
Rangkaian Nyepi dimulai dari prosesi Melasti untuk penyucian bhuana alit dan bhuana agung, disusul Tawur Agung Kesanga pada Tilem Sasih Kesanga. Jaya Negara menekankan bahwa seluruh rangkaian ini, termasuk malam Pangerupukan dengan kreativitas ogoh-ogoh, adalah upaya menetralisir aura negatif.
Namun, yang paling krusial pada tahun ini adalah pertemuan energi dua hari raya besar. Jaya Negara menghimbau warga memanfaatkan momen ini untuk mengembangkan rasa toleransi berdasarkan konsep Catur Paramitha dan Tri Hita Karana.
“Tahun ini sangat istimewa karena Nyepi beriringan dengan Idul Fitri. Mari kita hidup berdampingan, menghormati keragaman budaya dengan semangat kita semua bersaudara,” imbuhnya.
Senada dengan Walikota, Wakil Walikota Kadek Agus Arya Wibawa berpesan agar masyarakat senantiasa mawas diri. Menurutnya, Catur Brata Penyepian (Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelanguan) merupakan cara meningkatkan sradha dan bhakti demi kesejahteraan hidup.
“Selamat melaksanakan Hari Suci Nyepi Caka 1948 bagi umat se-Dharma dan Selamat Hari Raya Idul Fitri bagi umat Muslim. Semoga momen ini meningkatkan semangat menyama braya, saling membantu, dan saling asah, asih, asuh,” tutur Arya Wibawa.
Pemerintah Kota Denpasar berharap sinergi antara Catur Brata Penyepian dan kemenangan Idul Fitri setelah satu bulan berpuasa dapat mewujudkan Denpasar sebagai Kota Kreatif Berbasis Budaya yang tetap aman, kondusif, dan harmonis. (Naf-Kab).