DENPASAR, KABARBALI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Bali menunjukkan taringnya dalam memberantas kejahatan jalanan. Melalui Operasi Sikat Agung 2026 yang digelar selama 16 hari (28 Januari – 12 Februari), korps berbaju cokelat ini sukses meringkus ratusan tersangka kasus pencurian.
Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., memimpin langsung rilis pengungkapan kasus tersebut di Mapolda Bali, didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU), Rabu (25/2/2026).
Operasi kewilayahan ini menyasar penyakit masyarakat seperti Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), Pencurian dengan Kekerasan (Curas/Begal), dan Pencurian dengan Pemberatan (Curat). Hasilnya, petugas berhasil mengamankan total 181 tersangka dari seluruh wilayah Bali.
Berikut rincian tersangka yang diamankan:
“Operasi ini merupakan bagian dari upaya cipta kondisi untuk menjaga keamanan masyarakat, khususnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026,” tegas Irjen Daniel Adityajaya.
Selain mengamankan para pelaku, Polda Bali juga memamerkan deretan barang bukti hasil kejahatan. Tak tanggung-tanggung, petugas menyita puluhan kendaraan yang siap dijual ke luar daerah oleh para sindikat.
Daftar barang bukti yang diamankan:
Suasana konferensi pers berubah menjadi haru saat Kapolda Bali secara simbolis menyerahkan kembali kunci motor kepada pemilik sah yang hadir. Salah satu korban mengaku sempat pasrah motornya hilang berbulan-bulan lalu.
“Saya tidak menyangka motor saya bisa ditemukan lagi. Terima kasih banyak Bapak Kapolda dan jajaran atas kerja cepatnya,” ujar salah satu warga dengan mata berkaca-kaca.
Irjen Daniel mengungkapkan bahwa para pelaku umumnya menyasar kendaraan yang diparkir di tempat umum dengan pengamanan standar. Ia pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
“Gunakan kunci pengaman tambahan, parkir di tempat yang terang, dan segera lapor jika menjadi korban kriminal. Kami akan terus tingkatkan patroli untuk menjamin keamanan wisatawan dan warga di Pulau Dewata,” pungkasnya.
Dengan berakhirnya Operasi Sikat Agung ini, Polda Bali berkomitmen menjaga situasi tetap kondusif sehingga umat Hindu bisa melaksanakan Nyepi dengan khidmat dan umat Muslim bisa menyambut Idul Fitri dengan nyaman. (Naf-Kab).