Pantai Mongalan ‘Ditelan’ Abrasi, Bupati Made Satria Cari Celah Anggaran ke BWS Bali Penida

Abrasi parah di Pantai Mongalan buat 12 KK kehilangan rumah

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Kondisi pesisir Pantai Mongalan, Klungkung, kian kritis. Abrasi hebat yang menerjang wilayah tersebut dilaporkan telah menghancurkan tempat tinggal 12 Kepala Keluarga (KK). Menanggapi situasi darurat ini, Bupati Klungkung I Made Satria mengambil langkah agresif dengan mencoba “menjemput bola” anggaran ke pemerintah pusat.

Keterbatasan APBD membuat Pemkab Klungkung harus memutar otak. Pasalnya, tahun 2026 ini Klungkung tidak mendapatkan alokasi anggaran pembangunan tanggul pengaman pantai, baik dari daerah maupun pusat (BWS Bali Penida) akibat adanya efisiensi di tingkat kementerian.

“Bupati akan langsung berkoordinasi ke BWS, memohon penanganan abrasi. Siapa tahu nanti ada anggaran yang bisa dialokasikan,” ujar Kepala Dinas PUPRPKP Klungkung, I Made Jati Laksana, Selasa (3/2/2026).

Desain Tanggul Berbentuk ‘S’

Meski anggaran masih nihil, Pemkab Klungkung sudah menyiapkan proposal teknis yang matang. Jika lobi Bupati Satria berhasil, tanggul di Pantai Mongalan akan didesain khusus menyerupai lekukan huruf “S”, serupa dengan tanggul yang ada di Nusa Penida.

“Nanti kami buat desainnya agar saat ombak besar, air laut tidak sampai lewat ke pesisir, berbeda dengan model lama yang airnya masih bisa melompat ke daratan,” jelas Jati Laksana.

Data Krisis Pesisir Klungkung

Berdasarkan data Dinas PUPRPKP, Klungkung memiliki garis pantai sepanjang 113 kilometer. Dari jumlah tersebut, sepanjang 26,4 kilometer masuk dalam zona rawan abrasi. Hingga akhir 2024, baru sekitar 19,56 kilometer yang berhasil tertangani.

Kini, nasib warga di pesisir Mongalan bergantung pada hasil pertemuan Bupati Made Satria dengan Kepala BWS Bali Penida. Pemkab berharap pusat melihat kondisi ini sebagai bencana darurat yang memerlukan penanganan instan tanpa harus menunggu siklus anggaran reguler. (Sta-Kab).

kabar Lainnya