KABARBALI.ID– Berdasarkan kearifan lokal penanggalan Bali, hari Selasa, 24 Februari 2026 (Selasa Pon Sinta), menyimpan perpaduan energi yang unik antara pantangan besar dan keberuntungan spesifik. Bagi krama Bali yang hendak menggelar Yadnya, hari ini menuntut ketelitian tinggi dalam memilih jenis kegiatan.
Masyarakat sangat disarankan untuk memperhatikan munculnya beberapa elemen “panas” yang menghalangi pelaksanaan upacara manusia yadnya maupun pitra yadnya.
Bagi keluarga yang merencanakan pernikahan (Wiwaha) atau upacara penguburan/kremasi (Atiwa-tiwa/Ngaben), hari ini sebaiknya dihindari. Kehadiran Carik Walangati dan Salah Wadi memberikan sinyal “lampu merah” yang cukup kuat (Alahing Dewasa 3).
“Carik Walangati dan Salah Wadi adalah kombinasi pantangan besar. Sangat tidak baik untuk melakukan Manusa Yadnya seperti potong rambut, potong gigi, apalagi pernikahan dan Ngaben,” tulis panduan Ala-Ayuning Dewasa tersebut.
Tak hanya itu, elemen Kaleburau juga mempertegas larangan untuk melaksanakan Karya Ayu atau Yadnya besar karena dipercaya energinya tidak harmonis untuk kelangsungan upacara suci.
Meski banyak pantangan untuk upacara keluarga, hari ini justru menjadi “hari emas” bagi para pengrajin dan seniman alat musik tradisional Bali. Melalui unsur Asuajeg Turun, hari ini sangat baik untuk mulai membuat Gamelan, Genta, Kentongan, hingga alat bunyi-bunyian lainnya.
Selain itu, bagi sektor agraria, ini adalah waktu yang tepat untuk menanam padi, kacang-kacangan, hingga sirih. Unsur Pepedan juga membuka peluang bagi semeton yang ingin membuka lahan pertanian baru guna produktivitas di masa depan.
Bagi yang sedang melakukan renovasi atau pembangunan fisik, harap berhati-hati dengan elemen Geni Rawana dan Kala Sor.
“Geni Rawana baik untuk pekerjaan menggunakan api, tapi sangat dilarang untuk mengatapi rumah atau melaspas. Sedangkan Kala Sor memperingatkan agar tidak bekerja yang berhubungan dengan tanah seperti membajak atau membuat terowongan,” tegas catatan tersebut.
Namun, sisi positifnya, Dauh Ayu dan Subacara memberikan ruang bagi semeton yang ingin menyusun peraturan desa (Awig-awig), membuat program kerja, hingga menunjuk petugas baru.
| Jenis Kegiatan | Status | Keterangan |
| Pernikahan/Wiwaha | TIDAK BAIK | Terhalang Carik Walangati & Salah Wadi |
| Ngaben/Atiwa-tiwa | TIDAK BAIK | Terhalang Carik Walangati & Salah Wadi |
| Membuat Gamelan/Genta | SANGAT BAIK | Unsur Asuajeg Turun (Alahing Dewasa 3) |
| Menanam Padi/Kacang | BAIK | Pertumbuhan diprediksi bagus |
| Susun Awig-awig/Aturan | BAIK | Energinya mendukung regulasi |
| Mengatapi Rumah | TIDAK BAIK | Pantangan Geni Rawana |
(Kab).