KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung, I Made Satria, memasang target tinggi untuk sektor pariwisata di wilayah kepulauan Nusa Penida. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 2 juta hingga 2,5 juta kunjungan wisatawan ditargetkan mampu menembus “The Blue Paradise” hingga akhir tahun 2026.
Target ini dipatok seiring dengan langkah masif pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur serta memperketat tata kelola melalui digitalisasi sistem retribusi berbasis E-Ticketing dan E-Payment.
Bupati Satria menegaskan, Nusa Penida tetap menjadi primadona dan motor utama penggerak ekonomi Kabupaten Klungkung. Dengan sistem digital yang segera diberlakukan secara penuh, pemantauan jumlah kunjungan dan pendapatan kini bisa dipantau secara langsung (real time).
“Dengan tata kelola yang semakin transparan dan dukungan infrastruktur yang terus dibenahi, kami optimis target 2 sampai 2,5 juta kunjungan di 2026 realistis untuk dicapai,” tegas Bupati Satria, beberapa waktu lalu.
Langkah digitalisasi ini dianggap krusial agar perencanaan pengembangan destinasi tidak lagi meraba-raba, melainkan berbasis data yang akurat dan presisi.
Meski target 2026 dipasang tinggi, Bupati Satria tetap realistis bercermin pada rapor 2025. Sepanjang tahun lalu, Nusa Penida mencatatkan 1,075 juta kunjungan dari target awal 1,5 juta orang. Faktor cuaca ekstrem dan kenaikan harga tiket pesawat disebut menjadi “batu sandungan” fluktuasi kunjungan di semester kedua tahun lalu.
Walau belum memenuhi target, kontribusi Nusa Penida sangat dominan. Wilayah ini menyumbang sekitar 92 persen dari total kunjungan wisatawan ke seluruh Kabupaten Klungkung.
Senada dengan Bupati, Plt. Kadis Pariwisata Klungkung, I Gusti Agung Putra Mahajaya, mengungkapkan bahwa awal tahun 2026 menunjukkan tren positif. Hingga minggu kedua Februari, tercatat sudah ada 102.422 wisatawan yang masuk dengan raihan pendapatan mencapai Rp 2,6 miliar.
Namun, ia mengakui sistem pelaporan saat ini masih terkendala hari libur perbankan. Solusinya, mulai 21 Februari mendatang, sistem akan beralih sepenuhnya ke jalur online.
“Hari ini belum digitalisasi sepenuhnya. Kalau Sabtu-Minggu bank tutup, rekap tidak bisa langsung. Tanggal 21 ini baru online. Jika Perda No. 8 Tahun 2023 sudah direvisi, digitalisasi murni akan dilaksanakan di setiap Daerah Tujuan Wisata (DTW),” jelas Mahajaya, Senin (16/2).
Langkah ini diharapkan tidak hanya mendongkrak PAD, tetapi juga menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dengan kelestarian lingkungan di Nusa Penida.
DATA TRAFIK WISATA NUSA PENIDA
| Periode | Target Kunjungan | Realisasi |
| 2025 | 1,5 Juta | 1,075 Juta |
| Awal 2026 (Jan – Feb mgg II) | – | 102.422 |
| 2026 (Target Baru) | 2 – 2,5 Juta | On Progress |
(Sta-Kab).