PDAM se-Bali Fokus Genjot Kualitas SDM dan Amankan Sumber Mata Air

Rapat kerja daerah Permamsi Bali 2026 di perumda panca Mahottama Klungkung, Jumat (6/2).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Perhimpunan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) Bali resmi menetapkan arah kebijakan strategis tahun 2026.

Dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang digelar di Kabupaten Klungkung, Jumat (6/2/2026), fokus utama kini tertuju pada dua hal: Kualitas SDM dan Keberlanjutan Mata Air.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan pelayanan air bersih yang kian kompleks, sekaligus memastikan perusahaan air minum di Bali tetap sehat secara finansial.

SDM Mumpuni, Pelayanan Pasti

Ketua Perpamsi Bali, Wayan Suyasa, didampingi direktur Perumda Air Minum Panca Mahottama Klungkung, I Nyoman Renin Suyasa menegaskan bahwa kecanggihan sistem penyediaan air tidak akan berarti tanpa kompetensi manusia yang mengelolanya.

Dikatakan, pelatihan SDM menjadi harga mati untuk meningkatkan standar pelayanan kepada krama Bali.

“Peningkatan SDM sangat strategis dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Apalagi tata pengelolaan air PDAM berkaitan langsung dengan lingkungan,” ujar Wayan Suyasa yang juga menjabat sebagai Dirut PDAM Badung, usai Rakerda Perpamsi Bali di Klungkung.

Amankan Mata Air: Tabanan Jadi Sasaran Penghijauan

Sadar bahwa bisnis air sangat bergantung pada alam, Perpamsi Bali menyepakati aksi nyata pelestarian lingkungan. Kabupaten Tabanan dipilih sebagai lokasi penghijauan massal untuk menjaga ketersediaan sumber mata air dari ancaman degradasi ekosistem dan isu sampah.

Program ini menjadi bukti bahwa PDAM tidak hanya mengambil air dari alam, tetapi juga bertanggung jawab “mengembalikan” kesuburan pada tanah Bali.

Haramkan Program Seremonial

Sentilan keras datang dari Pembina Perpamsi Bali, Nyoman Renin Suyasa. Ia mewanti-wanti agar Rakerda ini tidak hanya menghasilkan tumpukan kertas laporan, tetapi harus berdampak pada angka kinerja perusahaan dan kontribusi nyata bagi daerah.

“Kegiatan Perpamsi Bali harus berdampak nyata, baik pada peningkatan pelayanan maupun hasil usaha, sehingga mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” tegas Renin.

Dengan penguatan sinergi ini, PDAM di seluruh Bali diharapkan bertransformasi menjadi perusahaan yang profesional, pro-lingkungan, dan menjadi mesin pencetak PAD yang tangguh. (Sta-Kab).

kabar Lainnya