DENPASAR, KABARBALI.ID – Kabar menggembirakan datang dari Bumi Dewata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 5 Februari 2026, kinerja pembangunan ekonomi Bali sepanjang tahun 2025 menunjukkan hasil yang “gacor”.
Pertumbuhan ekonomi Bali sukses menembus angka 5,82%, sebuah pencapaian tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.
Gubernur Bali, Wayan Koster, menyebut pencapaian ini merupakan buah dari implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Tak hanya tumbuh, ekonomi Bali juga menempati peringkat ke-5 tertinggi secara nasional.
“Pertumbuhan ekonomi sebesar 5,82% secara kumulatif ini meningkat 0,34% dibanding tahun 2024. Ini adalah rekor tertinggi dalam 7 tahun terakhir,” tegas Koster dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/2/2026).
Juara Nasional: Kemiskinan dan Pengangguran Terendah
Prestasi Bali tak berhenti di angka pertumbuhan. Koster membeberkan bahwa Bali sukses menjadi provinsi dengan tingkat kemiskinan dan pengangguran terendah di seluruh Indonesia.
Tingkat kemiskinan Bali tahun 2025 tercatat hanya 3,42%, turun dari tahun sebelumnya yang berada di angka 3,80%. Sementara itu, tingkat pengangguran ditekan hingga ke angka fantastis, yakni 1,45%.
“Tingkat kemiskinan dan pengangguran kita adalah yang terendah secara nasional. Ini membuktikan pembangunan kita tepat sasaran,” imbuhnya.
Kesenjangan Menipis, Rakyat Makin Sejahtera
Kualitas hidup masyarakat Bali juga dilaporkan meningkat signifikan. Hal ini tercermin dari beberapa indikator kunci:
Pendapatan Per Kapita: Melonjak jadi Rp72,66 juta per tahun (naik Rp5,34 juta dari 2024).
Indeks Gini: Turun ke angka 0,333, menandakan pemerataan pendapatan semakin baik.
IPM & UHH: Indeks Pembangunan Manusia naik ke angka 79,37 (Peringkat 5 Nasional), dibarengi dengan Usia Harapan Hidup yang mencapai 75,46 tahun.
Hasil Kerja Kolektif 6 Bidang Prioritas
Koster menegaskan, capaian moncer ini tidak lepas dari fokus pemerintah pada 6 Bidang Prioritas, mulai dari adat dan budaya, kesehatan, hingga transformasi Ekonomi Kerthi Bali dan Bali Pulau Digital.
Ia pun mengapresiasi sinergi antara pemerintah pusat, daerah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
“Pencapaian kinerja yang sangat baik ini merupakan hasil kerja keras secara kolektif yang diselenggarakan bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat Bali,” pungkasnya. (Rls-Kab).