Pemuda Sayan Gerakkan Pelestarian Alam lewat Penebaran 2.500 Ikan Nila untuk Subak

Rayakan HUT, STT Banjar Ambengan Tebar Ribuan Ikan Nila di Subak Bija. (Ft : ist).

GIANYAR, KABARBALI.ID — Semangat pelestarian lingkungan kembali ditegaskan Sekaa Teruna Teruni (STT) Banjar Ambengan, Desa Sayan, Ubud. Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun STT, para pemuda menebar 2.500 bibit ikan nila di aliran Subak Bija, Selasa (2/12) pagi, sebagai bentuk implementasi filosofi Tri Hita Karana, khususnya unsur Palemahan.

Kegiatan ini turut dihadiri tokoh masyarakat dan perangkat desa. Ketua STT, I Made Raharja, menjelaskan bahwa penebaran bibit ikan tidak hanya sebagai kegiatan sosial, tetapi langkah konkret menjaga keseimbangan ekosistem pada kawasan irigasi tradisional yang menopang kehidupan petani.
“Penebaran bibit ikan ini adalah bagian dari Palemahan. Kami ingin generasi muda ikut menjaga kelestarian lingkungan serta memuliakan sumber air yang selama ini menopang kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Manfaat Ekologis dan Ekonomi bagi Subak

Raharja berharap program ini dapat memberikan dampak jangka panjang, baik dalam menjaga ekosistem perairan maupun meningkatkan perekonomian krama subak. Ia menegaskan pentingnya membiasakan generasi muda untuk mewujudkan kearifan lokal melalui tindakan nyata, bukan hanya sebatas pengetahuan.

Di sisi lain, Plt. Kepala Bidang Perikanan Kabupaten Gianyar, A.A. Sri Merta Dewi, menyampaikan apresiasi atas inisiatif para pemuda.
“Ikan nila memiliki karakter berenang melawan arus, sehingga sangat cocok dilepaskan di hilir Subak Bija. Dengan demikian, penyebarannya lebih optimal dan memberi manfaat ekologis maupun ekonomis bagi masyarakat,” jelasnya.

Pemuda Jadi Motor Pelestarian Alam

Perayaan HUT STT Banjar Ambengan kali ini menjadi momentum menunjukkan kepedulian pemuda terhadap lingkungan, sekaligus menguatkan nilai Tri Hita Karana dalam kehidupan sosial. Harmoni antara alam, manusia, dan spiritualitas diharapkan semakin terjaga melalui aksi sederhana namun bermakna ini.

Penebaran bibit ikan nila tersebut diharapkan menjadi contoh gerakan lingkungan berkelanjutan di Desa Sayan dan wilayah Gianyar secara lebih luas. (tut/Kab).

kabar Lainnya