JAKARTA, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur daerah dengan menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan kerja dan audiensi Bupati Klungkung I Made Satria ke PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) atau PT PII, Selasa (13/1/2026).
Audiensi berlangsung di Kantor PT PII, Gedung Capital Place Lantai 7, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, sebagai bagian dari langkah strategis Pemkab Klungkung mencari alternatif pembiayaan pembangunan yang inovatif dan berkelanjutan.
Bahas Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Daerah
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Klungkung I Made Satria hadir bersama Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, didampingi Sekretaris Bappeda Kabupaten Klungkung Desi Suartika.
Rombongan Pemkab Klungkung diterima oleh Astu Gagono Kendarto dari Direktorat Pengembangan Pendanaan Pembangunan Bappenas, Vice President Guidance and Consultation PT PII Fahrizal Sukma, serta Analis Kebijakan Pajak Kementerian Dalam Negeri Mirni Sumiyati.
Audiensi ini menjadi forum konsultasi awal terkait peluang pengembangan proyek infrastruktur daerah melalui skema KPBU.
Konsultasi Mekanisme hingga Tahapan KPBU
Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Klungkung menggali informasi dan berdiskusi mengenai mekanisme, tahapan pelaksanaan, serta skema pendampingan yang dapat diberikan oleh PT PII dan kementerian terkait dalam implementasi KPBU.
Skema KPBU dinilai menjadi salah satu alternatif strategis untuk mengatasi keterbatasan fiskal daerah, sekaligus memastikan pembangunan infrastruktur dapat berjalan optimal dengan melibatkan peran badan usaha
Diharapkan Tingkatkan Pelayanan Publik
Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap, penjajakan kerja sama ini dapat memperkuat kapasitas daerah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan PT PII dan dukungan pemerintah pusat, Pemkab Klungkung optimistis dapat mendorong proyek-proyek prioritas daerah agar terealisasi secara efektif, akuntabel, dan berkelanjutan. (Sta-Kab).