KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Ancaman serangan siber dan kebocoran data pada situs pemerintah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Klungkung. Guna membentengi sistem informasi daerah, Bupati Klungkung I Made Satria resmi meluncurkan Komunitas Informatika Klungkung (KOMIK) di Ruang Rapat BPKPD Kantor Bupati Klungkung, Selasa (7/4/2026).
Peluncuran ini dirangkaikan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Keamanan Siber” yang menghadirkan pakar teknologi dari dalam dan luar negeri.
Kolaborasi Global Hadapi Ancaman Digital
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Klungkung, I Wayan Sudiarsa, menjelaskan bahwa pembentukan KOMIK dan pelaksanaan FGD ini merupakan langkah strategis untuk membangun ekosistem keamanan siber yang tangguh.
Tidak tanggung-tanggung, FGD ini menghadirkan narasumber internasional, di antaranya:
• Mr. Kim Man Sun (Presiden Direktur LSware Indonesia).
• Ms. Kwon Hyun O (Direktur Korean Internet and Security Agency/KISA).
• Danang Jaya (Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Daerah BSSN) yang hadir secara virtual.
• Ketua Relawan TIK Indonesia Provinsi Bali.
Keamanan Siber Bukan Lagi Opsi, Tapi Kebutuhan
Dalam sambutannya, Bupati I Made Satria menekankan bahwa maraknya penyusupan pada situs-situs pemerintah adalah peringatan keras. Baginya, keamanan siber kini telah menjadi kebutuhan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan yang modern.
“Melalui kegiatan ini, mari kita menyatukan perspektif dan menemukan solusi bersama. Keamanan siber Klungkung harus semakin tangguh karena ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Bupati Satria.
Bupati juga berharap KOMIK dapat menjadi wadah kolaboratif bagi para pemangku kepentingan untuk saling belajar dan mempercepat transformasi digital di Bumi Serombotan.
ASN Diminta Melek Digital
Lebih lanjut, Bupati Satria menginstruksikan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Ia meminta ASN tidak hanya pasif, tetapi berperan aktif dalam komunitas KOMIK serta membangun budaya kerja yang cepat tanggap terhadap gangguan teknologi.
“Mari kita perkuat sistem perlindungan digital secara berkelanjutan. ASN harus sigap dan kolaboratif dalam menghadapi era transformasi ini,” pungkasnya. (Sta-Kab).