Pesta Miras Saat Nyepi Berujung Maut, Pria di Joanyar Buleleng Tebas Rekan Sendiri Pakai Samurai

Korban saat dilarikan ke rumah sakit beberapa saat setelah kejadian, Kamis (19/3) foto/ist.

BULELENG, KABARBALI.ID – Kekhidmatan Hari Raya Nyepi Caka 1948 di Banjar Dinas Kajanan, Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng, seketika buyar oleh aksi penganiayaan berdarah. Seorang pria berinisial Komang Agus S (28) nekat menebas rekannya sendiri, Kadek S (42), menggunakan sebilah pedang samurai di tengah pelaksanaan Catur Brata Penyepian, Kamis (19/3/2026).

Kapolres Buleleng, AKBP Ruzi Gusman, membenarkan terjadinya tindak pidana penganiayaan tersebut. Menurutnya, insiden ini dipicu oleh kesalahpahaman saat sekelompok warga menggelar pesta minuman keras (miras) di rumah korban.

“Korban sudah dibawa ke RSUD Buleleng dan pelaku sudah diamankan di Polsek Seririt untuk diproses sesuai aturan yang berlaku. Sementara ini proses penyidikan masih berlangsung,” ujar AKBP Ruzi Gusman saat dikonfirmasi media.

Dari Cekcok hingga Sabetan Samurai

Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa bermula sekitar pukul 09.30 WITA. Saat itu, korban (Kadek S) mengajak pelaku dan beberapa rekan serta keluarganya untuk minum miras di kediamannya. Namun, di tengah pengaruh alkohol, pelaku Agus S merasa tersinggung oleh ucapan korban.

Cekcok mulut pun tak terhindarkan hingga terjadi perkelahian fisik. Meski sempat dilerai, ketegangan justru memuncak saat korban diduga melempar kursi ke arah pelaku dan mengancam akan membunuhnya dengan botol.

Tak terima dengan ancaman tersebut, pelaku pulang ke rumahnya dan kembali dengan membawa sebilah pedang samurai. Pelaku kemudian menebas punggung korban hingga mengakibatkan luka robek memanjang yang cukup serius.

10 Saksi Diperiksa, Pelaku Terancam Pidana

Unit Reskrim Polsek Seririt yang dipimpin Kanit Reskrim AKP Dewa Made Joni Arya Putra dan Kapolsek Seririt Kompol I Ketut Suparta langsung bergerak cepat mengamankan lokasi. Pelaku ditangkap tanpa perlawanan bersama barang bukti pedang samurai yang digunakan untuk menganiaya korban.

“Penyidikan masih terus dilakukan, ada sekitar 10 orang masih didengarkan keterangannya termasuk pelaku. Pemicunya salah paham dan pengaruh minuman keras, ini masih kita dalami,” tegas Kapolres.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat akan dampak buruk konsumsi miras, terlebih dilakukan pada momen sakral Nyepi yang seharusnya diisi dengan pengendalian diri atau mulat sarira. (Kab).

kabar Lainnya