Pimpin Kembali Sira Arya Gajah Para, Ketut Suadnyana Targetkan Pedharman Besakih Rampung 2027

Pembukaan Mahasabha II Sira Arya Gajah para Bretara Sira Arya Getas, Sabtu (21/2/2026).

KARANGASEM, KABARBALI.ID – I Ketut Suadnyana kembali dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Pusat Pasemetonan Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas untuk masa jabatan lima tahun ke depan.

Keputusan ini disepakati secara bulat dalam Mahasabha II yang digelar di Gedung Audio Visual Wiyata Graha, Besakih, Sabtu (21/2/2026).

Usai terpilih, Suadnyana menegaskan komitmennya untuk menuntaskan agenda besar pasemetonan, yakni pembangunan Pedharman Sira Arya Gajah Para di kawasan suci Pura Agung Besakih.

“Untuk pembangunan Pedharman sampai saat ini masih terus berproses. Kami targetkan pada tahun 2027 nanti sudah selesai dibangun,” tegas I Ketut Suadnyana, Minggu (22/2/2026).

foto bersama pengurus dan peserta yang hadir, termasuk undangan.

Bangkit Usai Musibah Meru Terbakar

Proses pembangunan pedharman ini bukanlah tanpa kendala. Belum lama ini, pembangunan sempat diuji dengan musibah terbakarnya bangunan Meru Tumpang 9 akibat tersambar petir. Namun, Suadnyana memastikan insiden tersebut tidak memadamkan semangat pasemetonan untuk mewujudkan tempat pemujaan leluhur yang representatif.

“Saya siap dan akan berupaya melanjutkan program besar yang telah dijalankan, terutama pembangunan Pedharman di Besakih ini. Kami ingin seluruh pasemetonan tetap kompak dan bersatu,” imbuhnya.

Mahasabha II ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Karangasem, I Wayan Pandu Prapanca Lagosa. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi soliditas pasemetonan Sira Arya Gajah Para dalam memperkuat nilai kebersamaan dan ajaran agama.

“Melalui Mahasabha ini, saya berharap nilai-nilai Dharmaning Agama dan Dharmaning Negara dapat berjalan selaras demi mewujudkan keharmonisan serta kesejahteraan alam semesta,” ungkap Pandu Prapanca.

Sementara Asisten 1 Pemerintah Provinsi Bali, Dewa Made Mahendra yang mewakili Gubernur Bali membawa pesan program yang sebelumya sudah berjalan bisa dilanjutkan pada kepemimpinan berikutnya. Selain itu, bisa mengeluarkan program berguna seperti beasiswa miskin, orang tua asuh, hingga bedah rumah untuk semeton.

“Pasemetonan harus saling membantu, baik bidang perekonomian maupun pendidikannya, dan bisa menjadi contoh pasemetonan lain di Bali, “ ujarnya dan dilanjutkan dengan pembukaan mahasabha.

Pertemuan besar ini menjadi momentum penting bagi pasemetonan yang tersebar di seluruh wilayah Bali dan luar Bali untuk kembali mempererat tali persaudaraan (paridanam) serta menjaga kearifan lokal di tengah tantangan zaman.

Selain semeton seluruh Bali dan Nusantara, Raja Klungkung Ida Dalem Semaraputra, juga dihadiri aparat pemerintahan Provinsi Bali, Pemkab Karangasem, serta Bendesa Adat Besakih.  (Sta-Kab).

@kabarbali.id

Mahasabha II Pratisentana Arya gajah Para Bratara Sira Arya Getas, di Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Sabtu (21/2/2026). #kabarbali #aryagajahpara #pedarmanaryagajahpara #besakih

♬ Balinese gamelan style bgm Indonesia(1124750) – Shinnosuke Shibata

kabar Lainnya