Prajurit TNI di Larantuka Diduga Terlibat Pidana, Kodam IX/Udayana Angkat Bicara

Kodam IX/Udayana buka suara soal prajurit berinisial ADO di Larantuka yang diduga terlibat kasus hukum sebelum pelantikan

DENPASAR, KABARBALI.ID – Markas Kodam IX/Udayana mendadak jadi sorotan. Hal ini menyusul pemberitaan liar mengenai seorang pria berinisial ADO di Larantuka, Flores Timur, yang baru saja dilantik menjadi prajurit TNI AD namun diduga memiliki rekam jejak kasus hukum yang belum tuntas.

Menanggapi hal tersebut, Kapendam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman, S.H., M.Si., menegaskan bahwa institusi TNI AD tidak akan tinggal diam dan sedang melakukan penelusuran mendalam guna memastikan informasi tersebut proporsional.

“Kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman terhadap data serta informasi yang beredar. Koordinasi dengan aparat penegak hukum terkait terus dilakukan guna memperoleh fakta yang lengkap dan akurat,” tegas Kolonel Widi dalam keterangannya, Rabu (4/3/2026).

Sistem Seleksi Berlapis, Tapi…

Kapendam menjelaskan bahwa rekrutmen TNI AD sejatinya sangat ketat, mulai dari administrasi, kesehatan, hingga penelusuran latar belakang (MI). Namun, ia mengakui adanya celah jika ada informasi hukum yang sengaja disembunyikan oleh calon prajurit saat proses seleksi.

“Apabila terdapat informasi hukum yang belum terdeteksi atau tidak dilaporkan oleh yang bersangkutan, maka hal tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi dan penelusuran lebih lanjut,” jelasnya.

Kodam IX/Udayana menjamin tidak akan ada perlindungan atau intervensi hukum bagi siapapun anggota yang terbukti melanggar pidana. Jika ADO terbukti bersalah, proses hukum akan dijalankan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

“TNI tidak membenarkan adanya pihak-pihak yang mengatasnamakan institusi untuk melakukan tekanan kepada korban maupun keluarga korban. Kami menjunjung tinggi supremasi hukum,” tambah Kapendam.

Pihak Kodam mengajak masyarakat untuk mengedepankan asas praduga tak bersalah sambil menunggu hasil investigasi objektif yang sedang dilakukan oleh tim internal TNI AD. (Naf-Kab)

kabar Lainnya