GIANYAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Gianyar bergerak cepat merespons hasil Gerakan Pengukuran Serentak yang dilakukan akhir tahun lalu. Tidak tanggung-tanggung, tim ahli yang terdiri dari dokter spesialis anak (Sp.A) hingga psikolog diterjunkan langsung ke delapan desa yang memiliki angka prevalensi stunting di atas 6 persen.
Langkah taktis ini menjadi bagian dari strategi intervensi spesifik dan sensitif untuk memastikan anak-anak di Bumi Seni Gianyar tumbuh dengan kualitas kesehatan yang prima.
Kepala Dinas Kesehatan Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, mengungkapkan bahwa pendampingan ini difokuskan pada desa-desa yang berdasarkan data November 2025 menunjukkan angka yang perlu mendapat perhatian khusus.
“Kami ingin memastikan intervensi ini berjalan tepat sasaran dan berbasis data. Tim ahli memberikan pendampingan langsung kepada balita, keluarga berisiko, hingga kader di desa,” tegas Ariyuni, Selasa (20/1/2026).
Berdasarkan data yang dihimpun, Desa Kedisan menjadi wilayah dengan prevalensi tertinggi mencapai 9% (29 balita), disusul oleh Desa Taro dengan 8,8% (50 balita). Berikut rincian 8 desa yang menjadi fokus pendampingan:
| Desa | Jumlah Balita Stunting | Prevalensi |
| Kedisan | 29 | 9,0% |
| Taro | 50 | 8,8% |
| Pejeng Kaja | 25 | 7,9% |
| Pupuan | 30 | 7,8% |
| Manukaya | 47 | 7,2% |
| Puhu | 20 | 7,2% |
| Singakerta | 40 | 7,1% |
| Kelusa | 16 | 6,8% |
Pendampingan yang dilaksanakan pada 19-20 Januari 2026 ini melibatkan tim medis dari RS Pemerintah maupun Swasta. Selain dokter spesialis anak, unsur nutrisionis juga dikerahkan untuk memberikan edukasi gizi dan pemantauan pola asuh secara mendalam.
Ariyuni menekankan bahwa kunci keberhasilan program ini adalah konvergensi atau keterpaduan antar-sektor. “Fokus kami bukan hanya pada anak, tapi penguatan peran keluarga dalam pencegahan dini. Kami ingin mewujudkan generasi Gianyar yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” imbuhnya.
Melalui pendampingan ini, Pemkab Gianyar berharap angka stunting di delapan desa prioritas tersebut dapat ditekan secara signifikan dalam waktu dekat, sejalan dengan kebijakan nasional percepatan penurunan stunting. (Tut-Kab).