DENPASAR, KABARBALI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Bali mematangkan kesiapan pengamanan rangkaian Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, khususnya puncak acara Dharmasanti Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Komitmen ini ditegaskan dalam audiensi antara Panitia Nasional Perayaan Nyepi dengan Kapolda Bali di Mapolda Bali, Rabu (11/3/2026).
Puncak Dharmasanti Nasional direncanakan digelar pada 17 April 2026 di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar. Mengingat acara ini diperkirakan akan dihadiri oleh 6.000 hingga 8.000 masyarakat serta direncanakan dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, aspek keamanan menjadi prioritas utama.
Wakil Ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Nyepi, I Nyoman Kenak, menjelaskan bahwa Dharmasanti tahun ini mengusung misi refleksi diri di tengah dinamika masyarakat. “Dharmasanti ini dimaksudkan untuk mencari kedamaian. Bagaimana kita menjadikan diri sebagai samudra penyejuk yang mampu memberikan kedamaian kepada masyarakat Bali,” ujarnya.
Rangkaian Kegiatan dan Aksi Sosial
Nyoman Kenak memaparkan bahwa perayaan Nyepi tahun ini mencakup 10 kegiatan besar yang telah dimulai sejak pertengahan Januari 2026. Selain ritual keagamaan seperti Siwaratri dan upacara pakelem di Bangli serta Tabanan, panitia juga menggelar aksi sosial berskala nasional.
Kegiatan bakti sosial tersebut bahkan menjangkau wilayah Aceh dengan dukungan transportasi dari TNI AU. Di Bali sendiri, aksi pelestarian lingkungan seperti penanaman pohon dan bersih-bersih lingkungan menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian peringatan tahun ini.
Atensi Khusus Kedekatan Nyepi dan Lebaran
Merespons rencana tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., memastikan jajarannya akan memberikan pengamanan maksimal. Ia telah menginstruksikan Karoops Polda Bali untuk melakukan koordinasi teknis yang matang guna menjamin ketertiban selama acara berlangsung.
Kapolda juga memberikan perhatian khusus pada kalender keagamaan tahun ini, di mana Hari Suci Nyepi jatuh berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini menuntut sosialisasi dan koordinasi yang lebih intensif di tingkat lapangan untuk menjaga semangat toleransi.
“Kita akan terus melakukan koordinasi agar masyarakat dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman tanpa mengurangi makna dari masing-masing perayaan keagamaan tersebut,” tegas Irjen Pol Daniel Adityajaya.
Melalui sinergi yang kuat antara panitia dan pihak kepolisian, diharapkan seluruh rangkaian perayaan Nyepi dapat berjalan lancar, sekaligus memperkokoh citra Bali sebagai daerah yang aman, damai, dan penuh toleransi di mata nasional maupun internasional. (Naf-Kab).