KABARBALI.ID– Pernahkah Anda bertemu dengan sosok yang tutur katanya sangat halus, cerdas dalam bekerja, namun di sisi lain memiliki ego yang cukup tinggi? Dalam kearifan lokal Bali, karakter ini sering kali melekat pada mereka yang lahir pada hari Buda Pon, khususnya di bawah naungan Wuku Bala.
Berdasarkan perhitungan Wariga dan Lintang, kelahiran ini membawa kombinasi energi yang unik—antara ketenangan bulan dan panasnya api.
Mereka yang lahir pada Buda Pon Bala dipayungi oleh Lintang Lumbung. Secara filosofis, lumbung adalah simbol penyimpanan kemakmuran. Tak heran, sosok ini dikenal memiliki hasil karya yang baik dan pandai mengelola kesejahteraan.
“Perkataan dan perilakunya biasanya sangat sesuai dengan keadaan, tidak mengada-ada. Mereka punya kemampuan komunikasi yang luar biasa halus,” ungkap praktisi literasi budaya saat dihubungi kabarbali.id.
Karisma ini diperkuat dengan Pararasan Laku Bulan. Ibarat cahaya rembulan di malam hari, mereka memberikan ketenangan, pandai dalam berbagai pekerjaan, dan sangat dicintai oleh masyarakat sekitar.
Namun, di balik kelembutan tersebut, tersimpan tantangan karakter yang cukup tajam. Pengaruh Wuku Bala yang dinaungi oleh Dewa Durga memberikan aspek ketegasan yang jika tidak terkontrol bisa menjadi keangkuhan.
“Sejak kecil, jika kurang pengawasan, mereka bisa tumbuh menjadi pribadi yang agak angkuh atau suka membuat keributan. Meski sangat cerdas dan perintahnya berpengaruh, ada sisi tipis rasa sosial yang perlu diasah,” tambahnya.
Hal ini diperparah dengan pengaruh Sangawara Urungan. Simbol Agni atau Api membuat mereka kerap meledak-ledak. Meski kemarahannya cepat reda, emosi yang impulsif ini sering kali menjadi penghambat utama terkabulnya keinginan mereka.
Secara astrologi modern, karakter ini sering beririsan dengan sifat Pisces. Sosok yang ramah dan tidak egois secara lahiriah, namun sering mengalami pertentangan batin yang hebat.
Kunci sukses bagi kelahiran ini adalah kecepatan dalam mengambil keputusan. Terlalu lama menimbang-nimbang justru akan menghambat kemajuan pesat yang sebenarnya sudah di depan mata.
Kekuatan: Cerdas, rajin bekerja, tutur kata sopan, dan berpotensi memiliki kedudukan tinggi.
Kelemahan: Cepat marah, senang pamer kekayaan, dan kadang kurang jujur pada teman (Triwara Pasah).
Saran Pengembangan: Kendalikan gengsi dan asah rasa empati agar kesejahteraan yang diraih membawa keberkahan bagi orang banyak. (Kab).