Purnama Kawolu 2 Februari 2026: Momentum Pemujaan Sang Hyang Chandra dan Pembersihan Jiwa

PuraLempuyang

KABARBALI.ID – Umat Hindu di Bali hari ini, Senin (2/2/2026), merayakan hari suci Purnama Kawolu. Bertepatan dengan Sasih (bulan) kedelapan dalam kalender Bali, hari ini diyakini sebagai momentum emas untuk melakukan penyucian diri secara lahir maupun batin.

Purnama Kawolu terjadi saat posisi bulan berada dalam fase Sukla Paksa atau bulan terang. Secara filosofis, momen ini melambangkan puncak kejernihan pikiran manusia yang disinari oleh cahaya suci Tuhan.

Memohon Berkah Sang Hyang Chandra

Pada hari sakral ini, konsentrasi pemujaan umat Hindu ditujukan kepada Sang Hyang Chandra. Dalam teologi Hindu Bali, Sang Hyang Chandra adalah manifestasi Tuhan yang memberikan vibrasi kesejukan, keharmonisan, dan keberkahan bagi seluruh mahluk di bumi.

“Hari Purnama adalah waktu bagi para Dewa dan Apsara turun ke dunia untuk menyaksikan persembahan umat manusia. Inilah yang kita sebut sebagai Devasa Ayu, atau hari yang sangat baik dan suci,” tulis ulasan mengenai teologi Dewa Yadnya.

Penyucian Lahir dan Batin

Meskipun secara ritual hampir serupa dengan hari Purnama lainnya, Purnama Kawolu memiliki kedudukan istimewa dalam rangkaian siklus Sasih. Masyarakat Bali biasanya memanfaatkan hari ini untuk melakukan persembahyangan lebih khusyuk, baik di Pura-Pura besar maupun di Merajan keluarga.

Selain menghaturkan upakara, esensi dari Purnama Kawolu adalah pembersihan diri. Umat diajak untuk mengevaluasi pikiran dan tindakan selama sebulan terakhir, kemudian memohon perlindungan serta karunia agar diberikan keselamatan di masa mendatang.

“Tujuannya jelas, yakni membersihkan diri secara lahir dan batin. Dengan pikiran yang jernih, kita bisa menerima berkah dari Sang Hyang Widhi Wasa dengan lebih maksimal,” ungkap salah satu praktisi spiritual di Denpasar.

Di berbagai sudut pulau, sejak pagi hari masyarakat telah bersiap dengan balutan busana adat yang rapi, membawa sesajen sebagai wujud syukur atas napas kehidupan yang masih terjaga hingga Sasih kedelapan ini. (Kab).

kabar Lainnya