JAKARTA, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung kembali mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat nasional.
Klungkung sukses menyabet penghargaan bergengsi Universal Health Coverage (UHC) Award Kategori Utama tahun 2026.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Abdul Muhaimin Iskandar, di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).
Klungkung menjadi satu dari hanya 54 pemerintah daerah di Indonesia yang berhasil menembus kategori tertinggi ini.
Tjokorda Gde Surya Putra, yang hadir menerima penghargaan mewakili Bupati Klungkung, menegaskan bahwa pencapaian ini adalah buah dari konsistensi panjang.
Menurutnya, jaminan kesehatan bukan sekadar mengejar trofi, melainkan bentuk nyata kehadiran negara untuk rakyat.
“Keseriusan Klungkung untuk memberikan jaminan kesehatan kami lanjutkan, yang sudah dimulai dari tahun 2018 silam. Penghargaan yang Klungkung terima ini bukan semata-mata yang dikejar, tapi bagian dari kinerja yang fokus dalam hal kesehatan,” tegas Tjok Surya dikonfirmasi Rabu (28/1/2026).
Capaian Klungkung di bidang kesehatan memang tergolong fenomenal. Menjadi kabupaten kedua di Bali yang mencapai UHC sejak 1 Maret 2018, Klungkung terus menjaga ritme pelayanan tanpa kendur.
Terpisah, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, Gusti Ngurah Catur Wiguna, membedah data yang melatarbelakangi penghargaan tersebut. Per 31 Desember 2025, data kepesertaan JKN di Bumi Serombotan telah menyentuh angka sempurna.
“Berdasarkan data BPJS Klungkung hingga 31 Desember 2025, cakupan UHC sudah 100 persen. Dengan rincian, peserta 225.168 jiwa, sedangkan tingkat keaktifan mencapai 214.200 atau 95,22 persen,” ungkap Catur Wiguna, Rabu (28/1).
Empat kabupaten di Bali Timur yang diwilayahinya, yakni Klungkung, Gianyar, Bangli, dan Karangasem semua menorehkan prestasi nasional pada ajang Universal Health Coverage (UHC) Awards 2026.
Kabupaten Klungkung meraih kategori utama, sementara Gianyar, Bangli, dan Karangasem menyabet kategori madya.
Penghargaan Kategori Utama tidak diberikan sembarangan. Selain mewajibkan kepesertaan melampaui ambang batas nasional, pemerintah pusat juga menilai kualitas layanan kesehatan secara berkelanjutan. Klungkung dinilai sukses menyeimbangkan antara kuantitas peserta dan mutu layanan di faskes (fasilitas kesehatan).
Dengan raihan ini, Pemkab Klungkung kembali membuktikan bahwa keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk memberikan proteksi kesehatan kelas gratis bagi seluruh warganya. (Sta-Kab).