DENPASAR, KABARBALI.ID – Momentum Ramadan 1447 H menjadi ruang bagi lintas elemen di Bali untuk mempererat persaudaraan.
Bertempat di Rumah Kebangsaan dan Kebhinekaan (Rumah Kakak) Provinsi Bali, Jalan Trengguli, Denpasar, puluhan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan unsur Polda Bali duduk bersama dalam balutan buka puasa bersama, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni ibadah, melainkan langkah taktis membangun komunikasi terbuka antara generasi muda dan aparat keamanan guna menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Pulau Dewata.
Ketua Umum Rumah Kakak Provinsi Bali, I Ketut Udi Prayudi, menegaskan bahwa solidaritas sosial merupakan fondasi utama dalam merawat persatuan di tengah dinamika masyarakat yang cair.
“Ramadan adalah momentum memperkuat solidaritas. Keterlibatan mahasiswa dan pemuda sangat penting dalam menciptakan suasana kondusif,” ujar Udi Prayudi.
Simbolisme di Kolam Kebangsaan
Kehadiran puluhan mahasiswa dari Aliansi BEM Bali—seperti Universitas Udayana, Undiknas, Warmadewa, hingga ISI Denpasar—serta kelompok Cipayung Plus (HMI, PMII, GMNI, PMKRI) menunjukkan komitmen kuat menjaga kerukunan lintas kelompok.
Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah prosesi simbolis melempar koin ke Kolam Kebangsaan. Aksi ini dimaknai sebagai wujud harapan bersama agar harmoni di Bali tetap terjaga di tengah keberagaman yang ada.
Agen Perubahan Penjaga Stabilitas
Pertemuan ini juga menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change). Generasi muda diharapkan mampu menjadi teladan dalam menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik sosial.
Sinergi antara kepolisian dan elemen pemuda ini diharapkan tidak berhenti pada momentum Ramadan saja, melainkan berlanjut dalam kolaborasi jangka panjang demi kehidupan sosial masyarakat Bali yang aman, damai, dan harmonis.(Kri-Kab).