Ratusan Mangrove Benoa Mati Mendadak, Nyoman Parta Duga Pipa BBM Bocor, Ini Jawaban Pertamina

Anggota DPR RI Nyoman Parta duga ratusan pohon mangrove di Benoa mati akibat kebocoran pipa BBM. Pertamina sebut tak ada bau minyak saat pengecekan.

DENPASAR, KABARBALI.ID – Kematian mendadak ratusan pohon mangrove di kawasan pintu keluar Tol Bali Mandara, Benoa, Denpasar Selatan, memicu reaksi keras dari Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta. Politisi senior ini menduga kuat adanya faktor eksternal, yakni kebocoran pipa bahan bakar minyak (BBM) yang melintasi kawasan konservasi tersebut.

Berdasarkan tinjauan langsung Parta menggunakan jukung nelayan, diperkirakan ada 200 hingga 300 pohon jenis Sonneratia alba (Prapat), Rhizophora apiculata (Bakau), dan Avicennia marina (Api-api) yang mengering secara tidak wajar.

“Saya curiga ini bukan kematian alami. Memang perlu pembuktian, namun informasi awal mengarah pada dugaan bocornya pipa BBM milik Pertamina atau perusahaan lain di kawasan ini,” tegas Parta kepada awak media, Sabtu (21/2/2026).

Parta mengungkapkan, pada November 2025 lalu sempat ada aktivitas pemeliharaan pipa BBM di jalur distribusi Pelabuhan Benoa menuju Pesanggaran. Berdasarkan laporan penggiat Mangrove Ranger, sejak saat itu kualitas pohon mulai menurun dan perlahan layu.

Tak main-main, Parta meminta Polda Bali dan Kejati Bali untuk mengusut tuntas fenomena ini guna memberikan kepastian hukum dan meminta pertanggungjawaban pihak terkait.

Jawaban Pertamina: Tak Ada Bau Minyak

Merespons tudingan tersebut, Pertamina Patra Niaga melalui Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan telah melakukan pengecekan mendalam di lokasi bersama tim Polairud.

Ahad menegaskan bahwa dalam pemeriksaan visual di titik-titik yang dicurigai, tim tidak menemukan adanya tanda-tanda pencemaran seperti lapisan minyak (oil slick) maupun aroma tajam khas BBM.

“Hasil pengecekan bersama Polairud, tidak ditemukan adanya lapisan minyak ataupun bau menyengat BBM. Saat ini kami masih dalam proses investigasi lebih lanjut terkait operasional untuk memastikan penyebab pastinya,” ujar Ahad.

Investigasi dan Koordinasi Lanjutan

Pihak Pertamina menyatakan telah memenuhi undangan koordinasi dari DLKH Provinsi Bali untuk menindaklanjuti isu ini. Pertamina mengklaim seluruh operasional mereka tetap berpijak pada kaidah AMDAL dan pemeriksaan berkala.

Meskipun hasil pengecekan awal menunjukkan nihil paparan minyak, Pertamina berkomitmen untuk terus mengecek ekosistem terdampak bersama Aparat Penegak Hukum (APH) dan lembaga setempat untuk mendukung percepatan pemulihan kawasan hutan mangrove tersebut. (Naf-Kab).

kabar Lainnya