GIANYAR, KABARBALI.id – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, melakukan langkah tegas dalam mereformasi birokrasi di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Sebanyak 21 pejabat dari total 50 pimpinan di Kemenpora dirotasi guna meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor olahraga.
Langkah ini diambil untuk memastikan Kemenpora menjadi lembaga yang berorientasi pada pelayanan (service oriented), bukan birokrasi yang menghambat kreativitas industri olahraga nasional.
Erick Thohir menegaskan bahwa rotasi besar-besaran ini bertujuan untuk membangun kesamaan visi di antara para pimpinan Kemenpora. Ia menginginkan sistem perizinan kegiatan olahraga di Indonesia jauh lebih mudah dan transparan.
“Saya rotasi 21 dari 50 pimpinan agar mereka punya komitmen yang sama. Kemenpora harus menjadi service oriented, bukan birokrat yang mempersulit,” ujar Erick Thohir saat memberikan keterangan di Gianyar, Jumat (3/4/2026).
Erick menyoroti betapa krusialnya kemudahan perizinan bagi pertumbuhan industri olahraga. Ia mencontohkan sektor lari maraton di Indonesia yang memiliki pasar sangat besar, namun rentan terhambat jika proses birokrasinya berbelit.
“Bayangkan saja kalau kita mempersulit. Sebagai gambaran, ada sekitar 600 event maraton di Indonesia dengan 10,8 juta pelari. Kalau izinnya lama, industri ini tidak akan jalan,” jelasnya. (Tut-Kab).