Resmikan Lapangan Rp 11 Miliar di Angantaka, Bupati Adi Arnawa ‘Obral’ Beasiswa S1 Gratis hingga Bansos Lansia

Bupati Badung Adi Arnawa resmikan Lapangan & Taman Desa Adat Angantaka senilai Rp 11 Miliar lebih

BADUNG, KABARBALI.ID – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam memanjakan masyarakat lewat fasilitas publik berstandar tinggi kembali dibuktikan. Tepat pada Rahina Purnama Sasih Kesanga, Selasa (3/3/2026), Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa meresmikan Lapangan dan Taman Desa Adat Ida I Gusti Ngurah Gde Abian di Desa Adat Angantaka, Abiansemal.

Fasilitas yang berdiri megah ini bukan sekadar lapangan biasa, melainkan hasil hibah fantastis senilai Rp 11,062 miliar yang digelontorkan Pemkab Badung untuk pengadaan lahan hingga penataan kawasan.

Ruang Kreatif di Setiap Desa

Bupati Adi Arnawa menegaskan, pembangunan ini adalah bagian dari visi besarnya untuk menghadirkan ruang terbuka hijau (RTH) yang representatif di seluruh pelosok Badung. Tak hanya meresmikan, ia pun langsung memberikan instruksi teknis di lapangan.

“Lapangan ini adalah ruang publik yang sangat utama. Saya instruksikan agar jogging track diperlebar, pohon perindang ditambah, dan bagian tengah dikosongkan khusus untuk olahraga dan permainan anak-anak,” ujar Adi Arnawa di sela-sela pemotongan pita.

Bupati juga menekankan bahwa aset ini bersifat inklusif, dapat dimanfaatkan oleh warga Desa Adat Angantaka maupun Desa Adat Kekeran. “Titiyang selalu membuka ruang dukungan sepanjang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.

‘Banjir’ Program Kesejahteraan: Beasiswa S1 hingga Bansos Lansia

Tak hanya soal infrastruktur, di hadapan krama Angantaka, Bupati Adi Arnawa juga memaparkan program “karpet merah” bagi SDM Badung yang mulai berjalan tahun 2026 ini:

1. Beasiswa S1 Gratis: Kuota 400 mahasiswa per tahun untuk anak petani, buruh, pemangku, dan UMKM berpenghasilan di bawah Rp 5 juta. Biaya ditanggung penuh hingga wisuda!

2. Bansos Lansia: Bantuan Rp 3 juta bagi warga lanjut usia 75 tahun ke atas.

3. Bantuan Sosial Umum: Realisasi bantuan Rp 2 juta per penerima untuk meningkatkan daya beli.

Kolaborasi Desa Adat & Dinas

Bendesa Adat Angantaka, Ida Bagus Ngurah, mengungkapkan apresiasi mendalam atas gerak cepat Bupati. Selain hibah belasan miliar untuk lahan, pihak desa melalui APBDes juga mengalokasikan Rp 880 juta untuk penataan pelinggih, prasasti, hingga penerangan.

“Prosesnya panjang, sempat terkendala regulasi tukar lahan dengan provinsi, tapi berkat dukungan penuh Bapak Bupati Adi Arnawa, semua bisa terwujud. Bahkan pajak pembelian lahan pun ditanggung kabupaten, sehingga desa adat tidak terbebani,” lapornya.

Rencananya, pengembangan tahap kedua berupa perluasan fasilitas seni dan budaya akan diajukan kembali melalui hibah tahun 2027-2028 mendatang. (Gus-Kab).

kabar Lainnya