Sabtu Pon Kulawu: Waktu Terbaik Cari “Jimat” dan Melukat -Hindari Pindah Rumah

Sabtu Pon Kulawu: Waktu Terbaik Cari “Jimat” dan Sucikan Diri, Tapi Jangan Coba-Coba Pindah Rumah

kabarbali.id – Bagi masyarakat Bali yang merencanakan kegiatan pasca-Nyepi dan bertepatan dengan suasana Idul Fitri, hari Sabtu, 21 Maret 2026, memiliki komposisi ala ayuning dewasa yang cukup unik. Berdasarkan perhitungan wariga, hari ini didominasi oleh energi penyucian dan kewibawaan.

Salah satu unsur yang paling menonjol hari ini adalah Dina Mandi. Energi ini sangat baik bagi mereka yang ingin melakukan upacara penyucian diri (melukat), memberikan petuah-petuah bijak, hingga membuat benda-benda spiritual seperti jimat atau sarana perlindungan diri.

Restu untuk Upacara Yadnya

Bagi keluarga yang berencana melangsungkan upacara Manusa Yadnya (seperti otonan atau potong gigi) maupun Pitra Yadnya, unsur Catur Laba memberikan restu yang kuat. Selain itu, jika Anda berencana melakukan perjalanan penting, mengarah ke arah Utara dipercaya akan mendatangkan keberuntungan atau hasil yang maksimal sesuai sifat Catur Laba.

Kondisi spiritual hari ini juga diperkuat dengan Pancasuda Satria Wibawa, yang menandakan bahwa mereka yang memimpin atau melakukan langkah besar hari ini akan mendapatkan martabat dan kewibawaan yang luhur di mata masyarakat.

Pantangan: Pindah Rumah dan Pernikahan

Meskipun baik untuk urusan penyucian, hari ini memiliki pantangan keras dalam urusan bangunan dan rumah tangga. Kehadiran Carik Walangati menegaskan larangan untuk melangsungkan pernikahan (wiwaha), membangun rumah, maupun upacara atiwa-tiwa (ngaben).

Selain itu, bagi Anda yang berencana memulai hidup baru di tempat baru, unsur Kala Rumpuh memberikan peringatan untuk tidak pindah rumah hari ini. Di sisi lain, terjadi kontradiksi pada urusan ternak; sementara Kala Rumpuh melarang memulai peliharaan, unsur Kala Upa justru menyebut hari ini baik untuk mengambil atau memelihara ternak (wewalungan). Dalam kondisi ini, masyarakat biasanya disarankan untuk lebih berhati-hati atau memilih hari lain yang lebih sinkron.

 Laku Api yang Berani

Dari sisi karakter personal (Pararasan), hari ini dinaungi oleh Laku Api. Ini mencerminkan energi yang bersemangat, gagah, dan berani. Namun, seperti api, energi ini perlu dikelola agar tidak menjadi amarah yang merusak, sejalan dengan pengaruh Pratiti Widnyana yang menekankan pada kebijaksanaan dan pengetahuan. (Kab).

kabar Lainnya