GIANYAR, KABARBALI.ID – Sebuah potongan sejarah besar di jantung Ubud baru saja hilang. Pohon beringin keramat di lingkungan Puri Kantor Ubud yang diperkirakan berusia lebih dari 300 tahun, tumbang akibat terpaan angin kencang pada Minggu (15/2/2026) sore disaat banyak wisatawan lalu lalang.
Pohon yang menjadi simbol spiritual dan saksi perjalanan panjang Ubud ini roboh setelah angin kencang melanda wilayah Gianyar sejak Sabtu kemarinnya.
Beruntung, meski kerusakan material cukup masif, tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.
Penglingsir Puri Kantor Ubud yang juga Wakil Ketua DPRD Gianyar, Tjokorda Asmara Putra Sukawati, menyebut musibah ini murni faktor alam. Padahal, pihak puri sebelumnya sudah berupaya melakukan langkah mitigasi dengan memangkas dahan atas bantuan pemerintah daerah.
“Kami murni melihat ini kejadian alam. Angin kemarin sangat kencang, kami sudah khawatir pohon ini akan tumbang, dan ternyata terjadi hari ini. Kita tidak pernah tahu kehendak alam,” ungkap Tjokorda Asmara.
Meski sedih kehilangan pohon bersejarah tersebut, pihak puri tetap bersyukur karena keselamatan masyarakat terjaga. Sebagai langkah pelestarian, Tjokorda Asmara menegaskan akan menanam kembali bibit baru yang diambil dari pohon yang tumbang tersebut.
“Ini penting agar nilai sejarah dan spiritualnya tetap berlanjut,” tegas politisi Partai Demokrat ini.
Laporan dari kepolisian menyebutkan bahwa dampak tumbangnya pohon raksasa ini cukup luas. Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, mengonfirmasi sejumlah bangunan komersial dan kendaraan ringsek tertimpa dahan beringin.
“Ada dua kendaraan yang tertimpa, yakni Daihatsu Terios yang pecah kaca depan dan Toyota Avanza yang mengalami kerusakan parah di bagian depan. Beberapa sepeda motor juga terdampak,” ujar Kompol Putra Antara.
Selain kendaraan, fasilitas publik dan area puri juga luluh lantak, di antaranya:
Hingga saat ini, tim gabungan dari BPBD Gianyar, TNI, Polri, bersama krama masyarakat Ubud masih bersinergi di lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan pembersihan puing-puing raksasa tersebut agar akses jalan dan listrik kembali normal. (Tut-Kab).