BADUNG, KABARBALI.ID – Suasana di Lobby Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, mendadak riuh dan penuh warna pada Minggu (8/3/2026). Ratusan anak usia dini berkumpul untuk mengikuti Parade Ogoh-Ogoh PAUD se-Badung yang dibuka langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa.
Acara yang digelar dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Çaka 1948 ini menjadi ajang kreativitas luar biasa bagi 33 perwakilan Taman Kanak-Kanak (TK) dan PAUD dari seluruh wilayah Kabupaten Badung.
Kolaborasi Anak, Guru, dan Orang Tua
Parade tahun ini menampilkan berbagai kreasi ogoh-ogoh unik hasil kolaborasi apik antara anak-anak, guru, dan orang tua. Tak hanya sekadar pamer keahlian tangan, karya-karya ini juga mencerminkan pemahaman mendalam tentang filosofi di balik tradisi ogoh-ogoh.
Bunda PAUD Badung, Nyonya Rasniathi, dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan ini adalah investasi karakter bagi generasi masa depan Bali.
“Melalui parade ogoh-ogoh ini, kita berharap anak-anak tidak hanya mengenal bentuk fisiknya saja, tetapi juga memahami nilai-nilai luhur budaya Bali. Tentang kesadaran diri, penghormatan terhadap alam, dan pentingnya hidup rukun,” ujar Nyonya Rasniathi penuh semangat.
Pererat Silaturahmi antar Lembaga
Selain sebagai wadah kreativitas, Kadisdikpora Badung I Gusti Made Dwipayana yang turut hadir menyebutkan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi antar lembaga PAUD dan TK di Bumi Keris.
Sinergi dengan pihak luar seperti Sanggar Pancer Langit juga menambah bobot artistik dalam parade kali ini. Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus mendorong kegiatan serupa agar warisan budaya lokal tetap lestari di tangan generasi Z dan Alpha.
Sorak sorai anak-anak saat mengusung ogoh-ogoh mini mereka menjadi pemandangan ikonik yang menunjukkan bahwa semangat menjaga tradisi Bali sudah tertanam kuat sejak usia emas. (Gus-Kab).