kabarbali.id – Gangguan sakit kepala bukanlah masalah sepele. Faktanya, kondisi ini memengaruhi sekitar 40 persen populasi dunia dan menjadi salah satu dari tiga kondisi neurologis yang paling sering ditemui di semua kelompok usia.
Namun, tidak semua sakit kepala diciptakan sama. Mengenali jenis sakit kepala yang Anda alami adalah kunci untuk mendapatkan pengobatan yang efektif. Berikut adalah 13 jenis sakit kepala yang perlu Anda waspadai:
Ditandai dengan nyeri berdenyut di satu sisi kepala. Gejalanya meliputi peka terhadap cahaya, suara, bau, hingga mual dan muntah. Pengobatan biasanya menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).
Membuat kepala terasa berat dan kaku di sekitar dahi, leher, atau bahu. Pemicu utamanya adalah stres. Anda bisa mengatasinya dengan pereda nyeri yang dijual bebas di apotek.
Jenis ini sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Nyerinya sangat hebat dan disertai mata berair atau hidung tersumbat. Penanganannya membutuhkan terapi oksigen atau obat sesuai anjuran dokter.
Sakit kepala terus-menerus yang berlangsung minimal 3 bulan. Umumnya menyerang dewasa muda dengan gejala tambahan mata merah dan dahi berkeringat. Obat antiradang menjadi pilihan utama untuk mengatasinya.
Terasa seperti tusukan singkat dan intens yang hanya berlangsung beberapa detik. Sering terjadi pada orang dengan riwayat migrain.
Sakit kepala ini muncul tiba-tiba dengan intensitas luar biasa dalam waktu kurang dari 1 menit. Penting: Kondisi ini berkaitan dengan pecahnya pembuluh darah atau stroke. Segera ke dokter jika mengalaminya!
Muncul setelah olahraga berat seperti lari atau angkat beban. Nyeri berdenyut ini bisa bertahan hingga 2 hari, terutama bagi pemilik riwayat migrain.
Jenis langka yang biasanya menyerang usia 50-an ke atas dan terjadi saat tidur. Pengobatannya memerlukan resep dokter seperti indometasin.
Terjadi karena terlalu sering mengonsumsi obat pereda nyeri. Solusinya adalah mengatur ulang penggunaan obat sesuai dosis medis yang tepat.
Disebabkan oleh peradangan atau alergi. Nyerinya terasa tumpul di sekitar pipi, dahi, dan mata. Bisa diatasi dengan istirahat, antihistamin, atau pereda nyeri.
Jika pusing muncul setelah benturan disertai muntah, kejang, atau bingung, segera kunjungi Unit Gawat Darurat (IGD) terdekat.
Dipicu oleh perubahan hormon estrogen sekitar 2-3 hari sebelum atau sesudah haid. Penggunaan kontrasepsi oral juga bisa menjadi pemicunya.
Menimbulkan sensasi pusing berputar yang dipicu oleh tekanan saraf atau cedera. Cara mencegahnya adalah dengan menghindari gerakan tubuh secara tiba-tiba.
Meski sebagian besar sakit kepala bisa diredakan dengan istirahat atau obat bebas, Anda harus segera mencari bantuan medis jika sakit kepala datang mendadak, sangat berat, atau disertai gangguan penglihatan, bicara, dan kelemahan anggota tubuh. (Kab).