Setahun Pasca Kebakaran, Pedagang Pasar Ubud Nantikan Relokasi Layak

Peristiwa kebakaran pasar Ubud, Gianyar, Sabtu (17/8/2024

KABARBALI.ID, GIANYAR – Setahun lebih pasca kebakaran Pasar Ubud, pada 17 Agustus 2024, ratusan pedagang masih menghadapi ketidakpastian relokasi. 18 perwakilan pedagang Pasar Ubud Blok Timur mendatangi Kantor Disperindag Gianyar di Desa Sidan untuk meminta kejelasan, Rabu (27/8).

Perwakilan pedagang, I Ketut Torki, menegaskan mereka butuh kepastian, bukan sekadar informasi lewat WhatsApp. “Kalau sosialisasi resmi, pasti ada tanda tangan pejabat. Kami minta solusi jelas soal renovasi maupun relokasi sementara,” ujarnya.

Pemerintah Masih Jajaki Relokasi

Sekretaris Disperindag Gianyar, I Wayan Suarta, mengakui informasi di lapangan simpang siur. Ia menyebut renovasi Pasar Ubud Timur masih tahap tender dan pedagang bisa berjualan sampai pemenang tender diumumkan. “Setelah itu ada masa sanggah sepuluh hari. Pemerintah juga masih menjajaki opsi relokasi, tapi belum bisa menyediakan tempat layak,” jelasnya.

Dalam himbauan resmi, pedagang diminta menghentikan aktivitas mulai 1 September 2025 dan mengosongkan lapak, kios, serta los di lantai satu karena bangunan akan direnovasi hingga Desember 2025. Sementara pedagang di gedung barat masih diperbolehkan berjualan.

Kondisi ini membuat pedagang kian terjepit antara kehilangan lapak, kebutuhan ekonomi, dan ketidakjelasan kebijakan pemerintah.  (Tut/Kab).

kabar Lainnya