Siaga El Nino Mei 2026,Buleleng dan Nusa Penida Tercatat Titik Krusial Kekeringan 

DENPASAR, KABARBALI.ID – Fenomena El Nino diprediksi akan mulai menyentuh wilayah Bali pada Mei 2026 mendatang. Meski masuk dalam kategori lemah, Stasiun Klimatologi BMKG Wilayah III Denpasar memperingatkan bahwa musim kemarau tahun ini akan bersifat “Bawah Normal” atau lebih kering dibandingkan rata-rata tahunan.

Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Wilayah III Denpasar, Aminudin Al Roniri, Senin (6/4/2026) menekankan pentingnya langkah mitigasi cepat pada titik-titik krusial yang telah dipetakan oleh tim ahli BMKG.

Pemetaan Titik Krusial Kekeringan

Berdasarkan data klimatologis, BMKG mengidentifikasi wilayah-wilayah yang paling rentan mengalami krisis air selama fenomena El Nino berlangsung:

  • Bali Utara: Meliputi pesisir Kabupaten Buleleng bagian Barat, Utara, dan Timur.
  • Bali Selatan: Kawasan Kuta Selatan (Badung).
  • Wilayah Kepulauan: Kecamatan Nusa Penida (Klungkung).
  • Bali Timur: Wilayah Karangasem bagian selatan.

Instruksi Strategis untuk Pemerintah Daerah

Aminudin mendesak pemerintah di tingkat kabupaten/kota untuk segera mengoptimalkan infrastruktur penampungan air guna mencegah krisis berkepanjangan:

  1. Optimalisasi Waduk & Embung: Memastikan seluruh bendungan dan embung dalam kondisi optimal untuk menampung cadangan air.
  2. Pemantauan Debit Sungai: Melakukan pengecekan berkala terhadap sumber air permukaan dan bawah tanah.
  3. Manajemen Karhutla: Meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah pesisir yang kering.

Adaptasi Sektor Pertanian & Subak

Sektor pertanian menjadi salah satu yang paling terdampak oleh pergeseran musim ini. BMKG menyarankan para petani dan organisasi Subak untuk:

  • Menyesuaikan Kalender Tanam: Tidak memaksakan jenis tanaman yang membutuhkan banyak air di lahan kering.
  • Varietas Tahan Kering: Mengalihkan bibit ke varietas yang lebih tangguh terhadap suhu panas dan minim air.
  • Irigasi Hemat Air: Menerapkan sistem distribusi air yang lebih efisien dan terkoordinasi dengan Dinas Pertanian.

Bijak Gunakan Air

Di akhir keterangannya, BMKG meminta masyarakat untuk tidak terpancing isu liar mengenai “Godzilla El Nino” yang dikategorikan sangat kuat, karena prediksi resmi menunjukkan El Nino 2026 berada pada kategori lemah.

“Masyarakat di wilayah rawan kekeringan harus mulai menggunakan air dengan bijak, menyediakan cadangan air bersih secara mandiri, dan dilarang keras melakukan pembakaran sampah atau lahan sembarangan yang bisa memicu kebakaran,” pungkas Aminudin. (Kab).

 

kabar Lainnya