JAKARTA, KABARBALI.ID – Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan berhasil mencatatkan tinta emas dalam sejarah birokrasi di Kabupaten Gianyar. Rumah sakit ini secara resmi ditetapkan sebagai penerima penghargaan Zona Integritas (ZI) Award 2025 dengan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB.
Pencapaian ini menjadi sangat spesial lantaran RSU Payangan merupakan instansi pertama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar yang mampu meraih predikat bergengsi tersebut. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PANRB RI, Rini Widyantini, kepada Direktur RSU Payangan dr. I Gusti Ngurah Gede Putra di Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Direktur RSU Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra, menegaskan bahwa predikat WBK ini bukan sekadar piala pajangan. Menurutnya, ini adalah hasil kerja keras kolektif yang dimulai sejak Desember 2024 melalui tahapan seleksi yang sangat ketat.
“Penghargaan ini adalah bukti komitmen kami bahwa pelayanan kesehatan di Gianyar dikelola secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN. Ini kemenangan bagi masyarakat Gianyar,” tegas dr. Ngurah dalam keterangannya.
Proses untuk mencapai titik ini tidaklah mudah. RSU Payangan harus melewati verifikasi faktual lapangan oleh Tim Penilai Nasional (TPN) untuk memastikan standar pelayanan prima benar-benar dirasakan langsung oleh pasien, bukan sekadar di atas kertas.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, memberikan apresiasi tinggi atas capaian ini. Ia berharap RSU Payangan menjadi role model bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya di Gianyar.
“Penghargaan ini harus menjadi motivasi untuk terus mempertahankan integritas. Kedepan, RSU Payangan harus mampu meningkatkan predikat menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM),” ujar Gusti Adi Widhya Utama.
Target Selanjutnya: Predikat WBBM
Tak ingin berpuas diri, RSU Payangan kini tengah membidik predikat WBBM. Senjatanya adalah inovasi bernama SIPETARU (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Terintegrasi dan Terpadu).
Inovasi yang dibangun bersama Dinas Kominfo Gianyar ini diharapkan mampu memangkas birokrasi dan meningkatkan kualitas layanan publik ke level yang lebih tinggi. “Kami akan terus menjaga Zona Integritas ini demi kenyamanan pasien,” tutup dr. Ngurah. (Tut-Kab).