GIANYAR, KABARBALI.ID – Di tengah beredarnya isu rencana penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), kondisi di Kabupaten Gianyar dipastikan tetap kondusif. Hingga Selasa (31/3/2026), harga BBM di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Gianyar terpantau stabil dan stok dipastikan aman.
Berdasarkan pantauan data terbaru, harga BBM belum mengalami perubahan. Untuk jenis Solar/Bio Solar tetap di angka Rp 6.800 per liter, Pertalite Rp 10.000 per liter, dan Pertamax Rp 12.300 per liter. Sementara untuk varian nonsubsidi lainnya, Pertamax Turbo dibanderol Rp 13.100, Dexlite Rp 13.250, dan Pertamina Dex Rp 14.500 per liter.
Stok Melimpah di 30 Titik
Pemerintah Kabupaten Gianyar mencatat ketersediaan stok di 30 SPBU yang tersebar di seluruh wilayah masih sangat mencukupi. Stok Pertamax tercatat paling tinggi mencapai 215.829 liter, disusul Pertalite sebanyak 193.976 liter.
Untuk jenis bahan bakar mesin diesel, stok Solar/Bio Solar berada di angka 87.132 liter, Pertamax Turbo 81.211 liter, Pertamina Dex 54.387 liter, dan Dexlite 2.480 liter.
Arahan Presiden: Tidak Ada Kenaikan
Kepastian harga ini sejalan dengan pernyataan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi. Ia menegaskan bahwa atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM dan Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga, baik untuk BBM subsidi maupun nonsubsidi dalam waktu dekat.
“Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga. Kami imbau masyarakat tidak terpengaruh isu yang belum jelas kebenarannya,” ujar Prasetyo.
Bupati Mahayastra: Hindari Panic Buying
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, turut mengimbau masyarakat Gianyar agar tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan. Menurutnya, tindakan panic buying justru akan memicu gangguan distribusi di lapangan.
“Kalau belanja sesuai kebutuhan, semuanya cukup. Tapi kalau berlebihan, justru bisa membuat distribusi tidak seimbang dan memicu kelangkaan semu,” tegas Mahayastra.
Ia menambahkan, secara geografis wilayah Gianyar yang relatif kecil memudahkan kontrol distribusi logistik dibandingkan daerah lain. Meski kondisi saat ini normal, Pemkab Gianyar tetap menyiapkan langkah antisipatif jika terjadi dinamika pasar, termasuk opsi penerapan work from home (WFH) secara terbatas guna menekan konsumsi energi jika diperlukan.
Masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi daerah. (Tut-Kab).