DENPASAR, KABARBALI.ID– Aura spiritual terasa kental di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (12/2/2026). Bertepatan dengan hari suci Wraspati Kliwon Menail, Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Bali merayakan hari jadinya yang ke-38 dengan pesan mendalam dari Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Koster, dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, Luh Ayu Aryani, memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi WHDI sebagai pilar penyangga peradaban Bali.
Memasuki gerbang 100 Tahun Bali Era Baru (2025-2125), Gubernur Koster menitipkan tiga mandat utama bagi para perempuan Hindu di Bali untuk menjadi garda terdepan:
Penguatan Tatwa: Perempuan Hindu diminta tidak hanya sibuk pada ritual “banten” atau seremonial, tetapi harus paham makna filosofis di baliknya. “Jangan sampai ritualnya meriah, tapi pemahaman tatwanya kosong,” tegasnya.
Kemandirian Ekonomi: WHDI didorong untuk mencetak IKM/UMKM yang tangguh dengan berbasis budaya. Produk lokal Bali harus menjadi branding utama untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Benteng Budaya: Di tengah gempuran teknologi dan budaya asing, WHDI adalah filter utama. Mendidik anak agar bangga berbahasa Bali, berbusana Bali, dan bangga menjadi identitas asli Bali adalah misi suci.
Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, turut hadir langsung menyaksikan momen bersejarah ini. Dalam pandangan Gubernur, pembangunan Nangun Sat Kerthi Loka Bali mustahil terwujud secara adil tanpa keterlibatan aktif perempuan.
“Tanpa peran perempuan yang kuat, taksu Bali perlahan akan meredup. WHDI harus berani tampil di depan untuk membela kebenaran berlandaskan dharma,” ujar Luh Ayu Aryani membacakan pesan Gubernur.
Ketua WHDI Bali, Tjok Istri Sri Rasmawati Yudhara, menjelaskan bahwa HUT kali ini sengaja diselaraskan dengan Bulan Bahasa Bali. Berbagai lomba seperti mekidung, makekawin, hingga membuat gebogan menjadi bukti nyata bahwa WHDI bukan sekadar organisasi sosial, melainkan mesin pelestari tradisi.
Acara semakin spesial dengan peluncuran buku “Dharmagita Panca Yadnya” oleh Penasihat WHDI Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta. Peluncuran ini dilakukan secara futuristik dengan prosesi nyurat Ongkara pada layar LED, melambangkan perpaduan tradisi dan teknologi. (Rls-Kab).