Tak Kantongi Izin, Bungee Jumping Ekstrem Nusa Penida Disegel, Polisi Turun Amankan

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Wahana wisata Bungee Jumping Xtream Park yang berlokasi di Banjar Karangdawa, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, resmi ditutup dan disegel, Kamis (29/1/2026).

Penutupan dilakukan karena pengelola tidak mampu menunjukkan izin operasional sesuai ketentuan yang berlaku.

Penertiban dilaksanakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Klungkung sebagai tindak lanjut Surat Gubernur Bali Nomor B.22.300.1/11241/Bid II/Satpol PP tanggal 14 November 2025, terkait rekomendasi DPRD Provinsi Bali dalam rangka penegakan peraturan daerah.

Kasatpol PP dan Damkar Klungkung Dewa Putu Suwarbawa menegaskan, penutupan dilakukan demi kepastian hukum serta keselamatan wisatawan.

“Saat pemeriksaan di lokasi, pihak pengusaha tidak dapat menunjukkan izin operasional maka dilakukan penutupan dengan pemasangan segel Satpol PP Line serta penerbitan Surat Perintah Penghentian Kegiatan,” tegasnya.

Sebanyak 13 personel Polsek Nusa Penida Polres Klungkung turut mengamankan jalannya kegiatan dengan menerjunkan Tim Jalak Nusa dan personel Resintel.

“Pengamanan kami lakukan untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas dan memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib,” kata Kapolsek Nusa Penida Kompol I Ketut Kesuma Jaya.

Pengelola Akui Tak Lengkap Izin

Di lokasi, resepsionis mengaku pengelola telah mengajukan izin dan sempat kembali beroperasi.

Namun setelah dilakukan pengecekan, dokumen perizinan tidak dapat ditunjukkan, sehingga petugas tetap melakukan penutupan penuh.

Penutupan ditandai dengan pemasangan Satpol PP Line sebagai tanda resmi penghentian seluruh aktivitas usaha. Pihak pengelola menyatakan bersedia menghentikan operasional hingga seluruh persyaratan perizinan dipenuhi.

Peringatan untuk Usaha Pariwisata


Satpol PP menegaskan penertiban ini menjadi peringatan bagi seluruh pelaku usaha pariwisata, khususnya wahana berisiko tinggi, agar tidak beroperasi sebelum izin lengkap.

“Penegakan aturan ini penting untuk menjaga keselamatan wisatawan, masyarakat sekitar, serta citra pariwisata Bali,” pungkas Suwarbawa.(Sta-Kab).

kabar Lainnya