Target Ngantor September! Bupati Mahayastra Beberkan Konsep Puspem Gianyar: Fasilitas Publik, Bukan Milik Pegawai

Proyek prestisius ini ditargetkan rampung pada Agustus 2026 dan akan difungsikan sebagai pusat pelayanan publik terpadu yang ramah lingkungan. (Foto: Dokumentasi/Kabarbali.id)

GIANYAR, KABARBALI.id – Pemerintah Kabupaten Gianyar melaksanakan upacara Pecaruan Pengulapan Alit di Gedung A Pusat Pemerintahan (Puspem) Gianyar, Kamis (2/4/2026). Prosesi ini dirangkaikan dengan ritual nasarin atau peletakan batu pertama pembangunan pelinggih Padmasana oleh Bupati Gianyar, I Made Mahayastra.

Upacara tersebut digelar sebagai bentuk penyucian kawasan serta permohonan keselamatan dan kelancaran bagi seluruh aktivitas pemerintahan di lingkungan Puspem yang baru.

Rumah bagi 5 OPD Strategis

Gedung A Puspem Gianyar nantinya akan menjadi pusat operasional bagi lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD), yakni:

  1. Dinas Pekerjaan Umum (PU)

  2. Dinas Kebudayaan

  3. Dinas Pariwisata

  4. Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan

  5. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol)

Bupati Mahayastra menegaskan bahwa pembangunan kompleks Puspem ini dapat terwujud berkat efisiensi dan pengelolaan anggaran daerah yang sangat ketat. Tujuannya hanya satu, yakni meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat Gianyar.

Fasilitas Publik, Bukan Milik Pegawai

Dalam arahannya, Bupati Mahayastra memberikan pesan menohok kepada seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Gianyar. Ia menekankan bahwa gedung megah yang dibangun bukanlah simbol status bagi pegawai, melainkan aset milik rakyat.

“Fasilitas ini bukan milik pegawai, tapi milik masyarakat Gianyar. Semangat kerja dan disiplin harus meningkat, karena inti dari pemerintahan adalah pelayanan,” tegas Mahayastra, Kamis.

Target Rampung Agustus, September Mulai Berkantor

Pembangunan Puspem Gianyar ditargetkan tuntas sepenuhnya pada Agustus mendatang. Bupati Mahayastra berencana mulai menempati kantor baru tersebut pada September 2026.

Menariknya, kawasan Puspem Gianyar tidak hanya dirancang sebagai pusat birokrasi yang kaku. Mengusung konsep destinasi wisata hijau, kawasan ini nantinya akan menyerupai alun-alun kota yang terbuka untuk umum. Masyarakat dapat memanfaatkan area Puspem untuk berinteraksi dan menikmati ruang terbuka hijau di tengah kota.

“Kita bangga bisa membangun ini untuk Gianyar. Kawasan ini akan menjadi milik publik yang hijau dan nyaman,” pungkasnya. (Tut-Kab).

kabar Lainnya