KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Klungkung melakukan langkah proaktif untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah. Bupati Klungkung, I Made Satria, menekankan pentingnya pengendalian inflasi yang merata hingga ke wilayah kepulauan.
Hal tersebut ditegaskan Bupati Satria saat menutup High Level Meeting (HLM) dan Capacity Building Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klungkung di Ruang Rapat Praja Mandala, Kamis (12/3/2026). Bupati mengingatkan bahwa faktor geografis Klungkung menjadi tantangan unik dalam menjaga ketahanan pangan.
“Tantangan kita bukan hanya faktor pasar global, tapi juga geografis. Biaya transportasi menuju Kepulauan Nusa Penida adalah atensi serius agar tidak terjadi perbedaan harga yang mencolok dengan Klungkung daratan,” tegas Bupati Made Satria.
Untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga, Bupati Satria memberikan lima instruksi strategis kepada jajaran TPID:
Optimalisasi Pasar Murah: Menyelenggarakan operasi pasar secara rutin, terutama pada titik-titik rawan lonjakan harga menjelang hari raya.
Kemitraan Lintas Sektor: Menggandeng perbankan, pengusaha, dan distributor lokal dalam skema pasar murah agar jangkauan stabilisasi lebih maksimal.
Monitoring Stok dan Jalur Logistik: Memastikan kelancaran distribusi ke Nusa Penida guna menekan disparitas harga akibat biaya angkut.
Perencanaan Terukur: Menyusun jadwal pemantauan harga yang sistematis untuk mengantisipasi fluktuasi musiman.
Perkuat Kerja Sama Antardaerah (KAD): Menjalin kemitraan dengan daerah penghasil pangan untuk menjamin ketersediaan pasokan tanpa ketergantungan penuh pada tengkulak luar.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati secara khusus menyoroti potensi ketimpangan harga di Nusa Penida yang sering kali terbebani oleh ongkos logistik laut. Ia berharap TPID mampu melahirkan rekomendasi kebijakan yang konkret, termasuk subsidi transportasi atau pengaturan distribusi yang lebih efisien.
Sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mampu menciptakan ketahanan pangan yang inklusif, sehingga seluruh warga Klungkung, baik di daratan maupun kepulauan, dapat merayakan hari raya dengan tenang tanpa dibayangi kenaikan harga kebutuhan pokok yang tidak terkendali. (Sta-Kab).