GIANYAR, KABARBALI.ID – Suasana duka menyelimuti warga Banjar Blahpane Kelod, Desa Sidan, Gianyar.
Seorang pelajar sekolah dasar berinisial I Putu Ogy Pramana alias Tu Ogi (11), dinyatakan meninggal dunia akibat tenggelam di aliran Tukad Melangit, Jumat (20/3/2026) sore.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, mengatakan korban yang merupakan siswa kelas 5 SDN 2 Sidan itu tenggelam saat sedang mandi bersama empat orang teman sekelasnya.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WITA, menurut keterangan sejumlah saksi korban terpeleset ke bagian sungai yang dalam dan sempat terseret arus deras, di sungai yang berbatasan langsung dengan Klungkung ini, ” ujar Adi Suryawan saat dikonfirmasi kabarbali.id, Sabtu (21/3/2026).

Berdasarkan hasil olah TKP kepolisian serta keterangan saksi, kejadian bermula sekitar pukul 15.00 WITA ketika korban dan teman-temannya saling ajak untuk mandi di sungai. Setibanya di lokasi, mereka awalnya mandi di area sungai yang dangkal.
Namun, tak berselang lama, korban tiba-tiba terpeleset ke area palung sungai yang cukup dalam. Teman-teman korban sempat berusaha menarik tangan korban, namun upaya tersebut gagal karena kuatnya arus bawah sungai.
“Melihat korban tenggelam, rekan-rekan korban segera berlari meminta bantuan kepada seorang warga yang kebetulan sedang mencari sayur pakis di sekitar lokasi. Warga tersebut langsung terjun ke sungai untuk melakukan pencarian,” ungkapnya.
Pencarian sempat berlangsung dramatis selama kurang lebih 20 menit namun tidak membuahkan hasil karena arus di dasar sungai sangat deras. Warga kemudian menghubungi warga lainnya untuk membantu proses evakuasi skala besar.
Sekitar pukul 15.50 WITA, tubuh korban akhirnya muncul ke permukaan sungai dalam kondisi sudah lemas. Meski sempat diberikan bantuan napas buatan oleh warga di lokasi, namun tidak ada respons dari tubuh korban.
“Korban segera dilarikan ke RS Famili Husada Gianyar. Namun, pihak medis menyatakan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit,” imbuh Kapolsek Gianyar.
Pihaknya mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama saat berada di dekat aliran sungai atau tempat yang berisiko, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

(Tut-Kab).