Timur Tengah Membara ! 1.631 Penumpang di Bandara Ngurah Rai Terlantar Akibat Ruang Udara Tutup

Dampak Perang Timur Tengah: Ribuan Penumpang di Bali Gagal Terbang. Minggu (1/3/2026).

BADUNG, KABARBALI.ID – Eskalasi ketegangan di Timur Tengah menghantam keras operasional penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Sebanyak lima jadwal penerbangan rute internasional terpaksa rontok, mulai dari status ditunda (postponed) hingga dibatalkan (canceled), Minggu (1/3/2026).

Imbasnya, sedikitnya 1.631 calon penumpang kini terlantar di terminal internasional dan harus menunggu kepastian keberangkatan yang belum menentu.

Rute Abu Dhabi, Dubai, dan Doha Lumpuh
Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, mengonfirmasi bahwa gangguan ini menyasar maskapai-maskapai raksasa yang melayani rute penghubung ke Timur Tengah.

“Hingga pukul 11.00 Wita ini, ada lima penerbangan yang jadwalnya harus disesuaikan. Maskapai yang terdampak yaitu Etihad Airways, Emirates, dan Qatar Airways untuk rute menuju Abu Dhabi, Dubai, dan Doha,” ungkap Sandi kepada awak media.

Fenomena ini sejatinya sudah mulai terasa sejak Sabtu (28/2) malam sekitar pukul 21.00 Wita.

Awalnya hanya empat penerbangan yang terkendala, namun angka tersebut terus bertambah hingga siang ini seiring memburuknya situasi keamanan udara di Timur Tengah.

Ribuan Penumpang Menumpuk di Terminal
Total 1.631 penumpang kini menjadi “korban” penutupan ruang udara tersebut.

Sandi memastikan pihak manajemen bandara bersama maskapai tengah berupaya melakukan penanganan sesuai regulasi yang berlaku.

“Kami pastikan penanganan terhadap mereka sudah dilakukan oleh masing-masing maskapai sesuai kebijakan. Namun, operasional bandara secara keseluruhan untuk rute domestik dan internasional lainnya dilaporkan masih berjalan normal,” tegasnya.

Siaga Satu Koordinasi dengan AirNav
Menyikapi situasi yang dinamis, pihak InJourney Airports (Angkasa Pura) kini memperketat pengawasan. Koordinasi intensif dilakukan bersama AirNav Indonesia untuk memantau radar ruang udara global setiap menitnya.

“Kami terus berkoordinasi dengan AirNav agar langkah antisipasi bisa cepat diambil. Pengamanan di terminal juga diperketat untuk menjaga kondusivitas,” imbuh Sandi.

Pihak bandara meminta calon penumpang untuk tidak panik dan segera menghubungi help desk di Lantai 2 Terminal Internasional atau layanan kontak 172 untuk mendapatkan pembaruan jadwal.(Gus-Kab).

kabar Lainnya