KLUNGKUNG, KABABALI.ID – DPRD Kabupaten Klungkung memberikan atensi khusus terhadap tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) yang baru saja dilantik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung. Ketua DPRD Klungkung, Anak Agung Gde Anom, menegaskan bahwa jabatan baru ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari tanggung jawab besar yang harus segera dieksekusi.
Gung Anom mengapresiasi langkah Bupati Klungkung, I Made Satria, yang memilih pejabat berdasarkan peringkat pertama hasil seleksi terbuka. Namun, ia mewanti-wanti agar para pejabat tersebut tidak terlena dengan euforia pelantikan.
“Pejabat terpilih jangan berbangga dulu, karena pekerjaan besar menanti. Utamanya di sektor keuangan daerah dan penanganan sampah yang kini jadi polemik nasional,” tegas Gung Anom, Senin (9/2/2026).
Salah satu sorotan tajam tertuju pada Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP). Gung Anom mengingatkan bahwa Klungkung saat ini berada dalam posisi krusial terkait pengelolaan sampah setelah TPA Sente resmi ditutup.
“Klungkung memiliki masalah sampah serius. TPA Sente sudah ditutup, saat ini hanya mengandalkan TOSS Center saja untuk mengelola sampah besar dari perkotaan dan residu dari desa-desa,” ungkapnya.
Ia mendesak agar Kadis LHP yang baru tidak hanya berkutat pada edukasi, tetapi harus mampu menciptakan langkah bersama yang terintegrasi hingga ke pemerintah desa.
Wajah Baru di Pos Strategis
Berdasarkan data yang dihimpun, tiga wajah baru yang kini menduduki pos strategis dengan skor seleksi tertinggi adalah:
| Nama Pejabat | Jabatan Baru | Skor Seleksi | Jabatan Sebelumnya |
| I Nyoman Susanta, ST, MT | Kepala BPKPD | 83,31 | Kabag Administrasi Pembangunan |
| Dewa Komang Aswin, AP, MM | Kepala DLHP | 81,27 | Camat Banjarangkan |
| Ni Luh Made Ariyati, ST, M.Kes | Kadis Ketahanan Pangan & Perikanan | 80,17 | Sekretaris Dinas Kesehatan |
Gung Anom berharap, dengan latar belakang teknis dan pengalaman yang dimiliki, ketiga pejabat ini bisa membawa perubahan signifikan, khususnya dalam optimalisasi pendapatan daerah serta kedaulatan pangan di Bumi Serombotan. (Sta-Kab).